The Big Three Siapkan Proposal Kedua Untuk Dapatkan Bailout

Kompas.com - 01/12/2008, 17:14 WIB

MICHIGAN, SENIN -  CEO General Motor Corp,  Rick Wagoner dan kedua rekannya Alan Mulally (CEO Ford Motor Co) dan Robert Nardelli (CEO Chrysler LLC) tengah berupaya keras untuk meyakinkan Kongres Amerika Serikat (AS) sehingga perusahaan mereka dapat terselamatkan. Kemarin malam waktu Detroit, manajemen GM mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah proposal penyelamatan yang bakal menentukan nasib Wagoner selanjutnya.

Menurut salah seorang sumber Bloomberg, para direktur GM sudah mereview proposal otomotif dalam pertemuan selama 10 jam dan akan berlanjut lagi pada hari ini. Dikabarkan pula, GM akan mempersiapkan dokumen setebal 10-12 halaman bagi publik dan private. Selain itu, ada juga dokumen dengan tebal 80 halaman yang akan memuat rencana detail tentang proposal.

Pada 21 November lalu, Jurubicara Kongres AS, Nancy Pelosi dan Pimpinan Senat Harry Reid melayangkan kritikan terhadap ketiga CEO yang dinilai tidak siap. Kritikan dilancarkan setelah dilakukannya dengar pendapat selama dua hari oleh anggota Kongres yang gagal meyakinkan para pembuat kebijakan. Apakah para produsen otomotif tersebut layak mendapatkan dana talangan (bailout) sebesar US$ 25 miliar agar tidak kolaps. Kongres menginginkan agar para produsen membawa mengenai rencana terbaru mereka yang harus dipresentasikan esok hari.

“Pernyataan Reid dan Pelosi itu sangat jelas. Makanya, para produsen otomotif sebaiknya memiliki rencana yang lebih solid dan konkret. Jika saya harus menebak, saya rasa top manajemen sudah hilang. Saya rasa mereka tidak bisa bertahan pada situasi ini,” jelas Clint Currie, analis transportasi Stanford Group.

Sejauh ini, tekanan publik untuk perubahan manajemen GM semakin menjadi-jadi. Mayoritas tekanan datang dari luar dan para penentu kebijakan dari Partai Republik yang memang menentang dilakukannya bailout terhadap industri otomotif.

Senator Demokrat, Christopher J Dood yang merupakan chairman of the Senate Banking Committee mengatakan, pada 28 November lalu pernah bilang, Kongres bisa jadi meminta adanya perubahan eksekutif di tubuh perusahaan otomotif sebagai bagian dari rencana bailout. “Sangat jelas, saya tidak akan mendukung bailout kepada mereka tanpa ada persyaratan,” imbuh Dodd ketika ditanyakan apakah dia akan menuntut untuk dilakukannya perubahan eksekutif.

Sekadar perbandingan, Pemerintah AS tidak menuntut untuk dilakukannya perubahan manajemen atas dilakukannya bailout terhadap Citigroup pada minggu lalu dan beberapa bank lainnya.

Tak mau berkomentar

Ketika dimintai keterangannya, Jurubicara GM Tom Wilkinson mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan komentar apapun atas hasil pertemuan jajaran direksi karena sudah menjadi kebijakan perusahaan. “Yang pasti, kami tengah berupaya keras untuk menghasilkan proposal terbaik,” jelas Tom.

Sementara itu, pihak Chrysler juga mengonfirmasi akan adanya pertemuan tertutup Minggu kemarin untuk mereview revisi proposalnya. “Manajemen perusahaan akan menjadi bagian dari proses review final pada proposal yang akan diajukan Selasa besok,” jelas Lori McTavish, jurubicara Chrysler.

Sedangkan Jurubicara Ford menolak memberikan komentar apapun tentang proposal tersebut.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau