Pembalap Indonesia tak Berdaya di Etape Delapan STdI

Kompas.com - 01/12/2008, 18:45 WIB

SURABAYA, SENIN - Para pembalap Indonesia tak berdaya menghadapi dominasi para pembalap asing pada etape delapan Speedy Tour d’Indonesia (STdI). Pada nomor kriterium yang dilombakan di Surabaya, Senin (1/12), tak satu pun pembalap tuan rumah yang naik podium.

Posisi pertama nomor kriterium sejauh 60km yang terbagi dalam 40 putaran mengelilingi jalan di sekitar Balai Kota Surabaya itu, direbut pembalap tim nasional Malaysia, Mohd Nor Rizuan Zainal. Dia mencapai finish dengan catatan waktu satu jam 20 menit 48 detik.

Di belakangnya adalah pembalap tim nasional Jepang, Masakazu Ito, dengan selisih waktu satu detik. Posisi tiga ditempati pembalap tim Tineli Collosi Australia, Edmund Holland, dengan selisih tiga detik.

Rizuan menjelaskan, pada 200 meter terakhir dia meningkatkan kecepatan. Alhasil, dirinya bisa menaklukkan Ito dan berhasil jadi juara.

Sampai delapan etape dari total 12 etape yang akan dilombakan pada STdI ini, para pembalap Indonesia belum merasakan posisi bergengsi sebagai juara etape.

Etape pertama direbut pembalap Rusia, Artemy Timofee dan etape kedua oleh pembalap Australia, Brad Hall. Pada etape-etape berikutnya secara berurutan dimenangi oleh Hossain Jahanbanian (Iran), Masakazu Ito (Jepang), Ghader Mizbani Iranagh (Iran), Sherwin Carrera (Filipina), dan terakhir ini oleh pembalap Malaysia, Mohd Nor Rizuan Zainal.

Lomba menyisakan empat etape lagi. Etape kesembilan, Selasa (2/12), akan menempuh jarak sejauh 182,8km dari Probolinggo yang akan melewati sedikit tanjakan pada awal-awal lomba namun selepas itu rute menjadi datar, hingga finis di Banyuwangi.

Melihat penampilan pada etape-etape sebelumnya, rute mendatar menjadi dominasi para pembalap dari Malaysia, Jepang, dan Australia. Sementara itu untuk rute menanjak, para pembalap Iran lebih dominan.

Hingga etape delapan ini, Kaus Kuning tanda pemimpin klasemen umum pembalap masih dikenakan pembalap Iran, Ghader Mizbani Iranagh. Dia mencatat total waktu 28 jam 28 menit 13 detik.

Posisi Iran nampaknya masih aman karena dua posisi di bawah Ghader Mizbani ditempati oleh rekan-rekannya satu tim, yakni Amir Zargari dan Hossein Jahanbanian.

Pada etape delapan ini, pembalap Indonesia yang tercepat adalah Projo Waseso dari tim Kutai Kartanegara. Dia mencapai finish di posisi empat secara keseluruhan. Posisi dua kategori pembalap nasional ditempati rekan setim Projo, Matnur, dan posisi ketiga oleh Budi Santoso dari Benteng Muda Tangerang.

Namun pemimpin klasemen umum pembalap nasional (Kaus Merah Putih), masih dipegang oleh pembalap Customs Cycling Club (CCC), Endra Wijaya. Dalam klasemen keseluruhan, Endra berada di posisi empat di bawah para pembalap Iran.

Di etape ini juga dilombakan dua nomor intermediate sprint yang direbut oleh pembalap Bintang Kranggan, Nugroho Kisnanto, dan pembalap Kutai Kartanegara, Rakhmadani. Namun Kaus Hijau pemimpin poin sprint masih melekat di badan pembalap Malaysia, Anuar Manan, yang mengenakannya sejak awal lomba.

STdI diikuti enam tim asing dan 11 tim dalam negeri. Secara keseluruhan, lomba ini menempuh total jarak 1793km dari Jakarta hingga Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau