SBY Waspadai Teror di Tahun Pemilu

Kompas.com - 01/12/2008, 19:48 WIB

JAKARTA, SENIN - Belajar dari peristiwa politik di Thailand dan aksi teror di Mumbai, India, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merapatkan barisan untuk meningkatkan kewaspadaan Indonesia jelang Pemilu 2009 mendatang. Jajaran TNI, Polri dan intelijen pun walhasil menerima instruksi terkait hal ini.

"Saya sudah menginstruksikan jajaran TNI, Polri, dan Intelijen untuk melakukan semacam gladi atau exercise untuk mengasah kesiagaan, estimasi, keterampilan dalam rangka pencegahan aksi-aksi terorisme, kerusuhan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/12).

Presiden Yudhoyono menjelaskan, instruksi pengamanan Pemilu 2009 juga berisi tindakan sigap dan tepat memberangus teror dan aksi kerusuhan bila terjadi. "Apabila terjadi hal-hal yang mengarah ke situ, bisa dilakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat," katanya.

Menurut Presiden Yudhoyono, 2009 merupakan tahun Pemilu. Dan sudah hampir pasti situasi politik nasional menghangat. Bahkan tidak tertutup kemungkinan ketegangan sosial di antara masyarakat terjadi.

"Saya berharap (saat itu) kita semua bisa menahan diri, dan bisa menjalankan demokrasi secara tertib. Mari kita pelihara, jaga, dan berikan peluang rakyat kita dengan aman, bebas, tertib bisa menyalurkan aspirasi dan pilihan," ucapnya.

Eyang dari Almira Tunggadewi Yudhoyono ini mengatakan, bila memang memungkinkan, pada Pemilu 2009 pengerahan massa secara akbar dihindari. Pasalnya, pengerahan massa dengan berbagai motif apabila disertai dengan tindakan-tindakan yang tidak tepat bisa menimbulkan gangguan ketertiban dan keamanan publik. "Yang jelas akan membawa keburukan bagi bagsa kita," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau