JAKARTA, SENIN - Ketua Plh Pimpinan Kolektif Nasional (PKN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis mengemukakan, untuk memenangkan pemilu legislatif 2009, PDP antara lain akan mendekati kelompok-kelompok masyarakat yang akan golput supaya memihak dan mendukung partainya. "Orang-orang yang golput umumnya kesadaran politiknya tinggi tentu akan berpihak pada kita apalagi kalau didekati dan kita yakinkan secara baik-baik," ujar Roy BB Janis dalam HUT ke-3 PDP sekaligus pembekalan Caleg DPR RI, di Hotel Peninsula Jakarta, Senin (1/12).
Roy mengatakan, golput yang sebagian besar orang-orangnya kritis tentu aspirasinya sama dengan PDP yakni ingin memperbaiki negara ini supaya baik.
Roy juga menjelaskan, PDP satu-satunya partai yang peduli pada caleg perempuan. Dibandingkan dengan partai lain, jumlahnya terbanyak. Dari 401 caleg dari 77 daerah pemilihan (dapil), 42 persennya caleg wanita. "Kenapa kita peduli pada kaum wanita. Supaya wanita Indonesia sehat-sehat semua dan jika sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat. Jika itu terjadi, maka calon-calon pemimpin kita nanti orang-orang yang sehat lahir dan batin," kata Roy Janis.
Sedangkan Koordinator PDP Laksamana Sukardi menyatakan keyakinannya, perolehan suara PDP pada pemilu 2009 minimal 16 persen. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh internal partainya, 60 persen swing voter akan lari ke PDP. "Sebetulnya ini belum waktunya kita sampaikan, tapi nggak apa-apalah demi perkawanan kita," tegas Laksamana.
Laksamana yakin bahwa PDP akan menang pemilu dilandasi pengalaman, setiap pemilu partai-partai baru selalu ada yang menang. Sebagai contoh, pada pemilu 1999 PDIP, sebagai partai baru tandingan PDI pada waktu itu, menjadi pemenang pemilu dengan peraihan suara 34 persen. Tetapi pada pemilu 2004 suaranya merosot menjadi 19 persen. Sementara partai baru yang mencuat adalah Partai Demokrat.
"Nah, pada pemilu 2009, PDP sebagai partai baru bakal menang, tanda-tandanya sudah makin jelas. Jangan dikira rakyat kita bodoh, mereka bisa memvonis partai yang suka kerjanya membohongi," tegas Laksamana.
Laksamana mengkritik ada orang yang mendirikan partai hanya untuk dipakai sebagai kendaraan politik menjadi capres. Lalu, ada orang yang ingin jadi capres lewat partai politik yang dia beli. Juga ada partai yang mengajukan capres daur ulang. "Kita juga heran kenapa mereka nekat ya, padahal, keledai saja tak mau jatuh di lobang yang sama," ujar Laksamana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang