Fun Facts About Sex

Kompas.com - 02/12/2008, 09:25 WIB

Siapa yang lebih cepat orgasme? Dia atau kita? Coba cari tahu jawabannya di antara 61 fakta berikut.

1. Perempuan butuh 20 menit untuk turn-on? Not exactly. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di McGill University, Kanada, gairah kita bisa naik hanya dalam waktu 11-12 menit saja! Wow!

2. Di Uganda, kaum perempuan dewasa gemar mengolesi area klitoris mereka dengan sejenis ramuan herbal agar penampilannya terlihat lebih 'menggoda'.

3. Menurut survei yang dilakukan Masters dan Johnson, Amerika, sebanyak 1% perempuan yang jadi obyek penelitian mampu mengalami orgasme berganda yang hanya dipicu oleh rangsangan pada payudara.

4. Seorang pria menghasilkan 3 juta sel sperma baru setiap 1 jam selama hidupnya.

5. Kebanyakan pria mengalami 5 orgasme dalam waktu enam menit setelah terjadi penetrasi.

6. Aroma mirip'cairan pemutih kain' yang berasal dari sperma disebabkan oleh cairan pembunuh kuman alami yang terdapat di dalamnya.

7. Kondom bisa bertahan selama sebulan dalam dompet sebelum bahan elastisnya menjadi mulur karena terkena suhu tubuh, dan membuatnya mudah sobek.

8. Perempuan mencapai puncak seksualitasnya pada usia 30-an dan kaum lelaki pada akhir usia belasan.

9. Rata-rata, kaum lelaki memikirkan seks setiap tujuh menit. Jumlah itu bisa bervariasi tergantung pada usia dan derajat kesibukan sehari-hari.

10. Manusia dan lumba-lumba adalah dua jenis makhluk hidup yang mampu menjadikan aktivitas seksual sebagai semacam sarana rekreasi, bukan semata-mata kebutuhan untuk berkembang biak.

11. Meski tidak terlalu direkomendasikan, vaginoplasty adalah jawaban bagi Anda yang terobsesi untuk tetap memiliki selaput dara sebelum menikah.

12. Memakai dua kondom sekaligus = seks aman? Salah besar! Kedua kondom akan saling bergesekan hingga mengakibatkan keduanya sobek!

13. Lubang Miss V diciptakan  sedemikian lentur dan fleksibel sehinga bisa menerima Mr. P berukuran "extra".

14. Sejumlah ahli percaya bahwa cairan sperma mengandung sejenis senyawa yang mampu mengubah mood perempuan menjadi lebih baik.

15. Pupil mata yang membesar adalah tanda alamiah yang mampu memacu gairah bercinta pasangan.

16. Lubrikasi kurang? Minum saja banyak air putih. Pasalnya, fluktuasi hormon estrogen bisa membuat kadar air di dalam tubuh Anda tidak seimbang. Tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan minimnya lubrikasi.

17. Puting payudara pria juga sensitif, lho! Jadi jangan ragu untuk mengeksplorasi daerah ini kala bercinta.

18. Orgasme membuat darah mengalir lebih cepat ke seluruh tubuh sehingga bisa memperbaiki metabolisme tubuh dan membuat kulit tampak bercahaya.

19. Selama melakukan hubungan seks, udara terdesak masuk kedalam Miss V dan menimbulkan suara atau istilah populernya sex-fart.

20. Siapa bilang mimpi basah hanya dialami pria? Perempuan juga dapat mengalami mimpi erotis seperti lelaki, yang dinamakan sebagai 'orgasme noktural'.

21. Saat bercinta, tubuh melepaskan hormon endorfin ke dalam aliran darah. Hormon tersebut mampu memicu perasaan gembira dan membuat Anda merasa lebih baik. Itu sebabnya seks bisa menjadi obat manjur untuk mengatasi depresi ringan.

22. Menurut sejumlah pakar kesehatan, seks adalah obat penenang paling aman di dunia. Khasiat nya bahkan lebih efektif 10 kali lipat dibandingkan bila Anda menenggak Valium.

23. Aktivitas seksual yang sehat adalah obat anti alergi alami yang mampu meringankan gejala asma melonggarkan hidung yang tersumbat karena flu.

24. Tubuh yang aktif secara seksual akan memancarkan senyawa pheromone. lni adalah 'parfum alami' pemicu gairah seks yang bisa membuat lawan jenis tertarik pada Anda.

25. Setelah mencapai klimaks, laki-laki membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk relaks sejenak dan 'bangkit' kembali. 

(Chic/Nayu Novita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau