Laporan wartawan Kompas Mukhamad Kurniawan
PURWAKARTA, SELASA - Air sumur milik Endang Sunarya (60) yang bersuhu tinggi sejak dua pekan lalu diduga tidak berbahaya. Hasil ujicoba menunjukkan, beberapa ekor ikan yang dicelupkan ke air sumur tersebut tidak mati.
Warga Desa dan Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat itu, Selasa (2/12) mengatakan, beberapa hari setelah ditemukan mendidih pada 14 November 2008, petugas dari Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Purwakarta mengimbau warga agar menjauhkan api dari air sumur. Endang juga diminta membuka papan penutup sumur serta membuka sebagian genteng agar panas dari air sumur tidak tertahan.
Endang juga sempat melaporkan kejadian tersebut ke kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Ia khawatir suhu panas air sumurnya terpengaruh oleh saluran listrik di sekitar rumahnya. Namun PLN menyatakan kejadian ini tidak terpengaruh saluran listrik, ujarnya.
Kini, setelah hampir tiga pekan, suhu air sumur Endang perlahan menurun. Selasa pagi ini, suhunya hanya berkisar 40 derajat Celcius atau lebih rendah dibanding saat pertama kali ditemukan yang mencapai 70 derajat Celcius. Mungkin karena saya pompa terus, rata-rata enam drum per hari, ujarnya.
Setelah memastikan air sumurnya tidak berbahaya, Endang dan keluarga kembali menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. Tujuh orang anggota keluarganya rata-rata mengonsumsi enam drum air per hari untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang