Air Sumur Mendidih Diduga Tak Berbahaya

Kompas.com - 02/12/2008, 15:49 WIB

Laporan wartawan Kompas Mukhamad Kurniawan

 

 

PURWAKARTA, SELASA - Air sumur milik Endang Sunarya (60) yang bersuhu tinggi sejak dua pekan lalu diduga tidak berbahaya. Hasil ujicoba menunjukkan, beberapa ekor ikan yang dicelupkan ke air sumur tersebut tidak mati.

Warga Desa dan Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat itu, Selasa (2/12) mengatakan, beberapa hari setelah ditemukan mendidih pada 14 November 2008, petugas dari Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Purwakarta mengimbau warga agar menjauhkan api dari air sumur. Endang juga diminta membuka papan penutup sumur serta membuka sebagian genteng agar panas dari air sumur tidak tertahan.

Endang juga sempat melaporkan kejadian tersebut ke kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Ia khawatir suhu panas air sumurnya terpengaruh oleh saluran listrik di sekitar rumahnya. Namun PLN menyatakan kejadian ini tidak terpengaruh saluran listrik, ujarnya.

Kini, setelah hampir tiga pekan, suhu air sumur Endang perlahan menurun. Selasa pagi ini, suhunya hanya berkisar 40 derajat Celcius atau lebih rendah dibanding saat pertama kali ditemukan yang mencapai 70 derajat Celcius. Mungkin karena saya pompa terus, rata-rata enam drum per hari, ujarnya.

Setelah memastikan air sumurnya tidak berbahaya, Endang dan keluarga kembali menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. Tujuh orang anggota keluarganya rata-rata mengonsumsi enam drum air per hari untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau