DEARBORN, SELASA — Ford Motor Company hari ini, waktu Amerika Timur, mengumumkan akan mengevaluasi opsi strategis kepemilikan sahamnya di Volvo Car Corporation (VCC). Dalam rilisnya, Ford menyatakan, saham mereka di perusahaan mobil premium yang berbasis di Swedia itu kemungkinan akan dijual.
Kalau opsi terakhir yang dipilih oleh Ford Motor, berarti ini merupakan kebijakan kedua perusahaan otomotif tersebut menjual sahamnya di pabrikan mobil non-Amerika, setelah Mazda pada bulan lalu. Kondisi ini sekaligus menggambarkan kesulitan keuangan yang dialami perusahaan otomotif Amerika, utamanya “the Big Three” yang bermarkas di Detroit yang terdiri dari General Motors, Ford, dan Chrysler.
Merosot drastis
Ford mengatakan, keputusan untuk melakukan opsi strategis evaluasi peninjauan terhadap Volvo berkenaan dengan kondisi industri otomotif global yang mengalami kemerosotan sangat drastis, baik dari penjualan unit maupun ketersediaan dana tunai untuk operasional, terutama dalam tiga bulan terakhir.
Pertimbangan Ford Motor melakukan opsi kebijakan tersebut karena kondisi perekonomian tidak kunjung membaik, malah makin memburuk dan tak menentu. Karena itulah, perusahaan mobil terbesar kedua di Amerika Serikat tersebut melakukan tinjauan ulang strategis kepemilikan sahamnya di Volvo. Tujuannya agar fondasi keuangan operasional perusahaan bisa kuat dan berjalan lancar. Di samping itu, mereka juga memastikan program produk dalam masa transisi bisa dijalankan.
“Memperhatikan tantangan eksternal yang dihadapi Ford saat ini dan susah diprediksi sangat penting bagi Ford untuk mengevaluasi opsi kepemilikan sahamnya di Volvo. Kami ingin mengujudkan satu rencana Ford,” kata Presiden dan CEO Ford Motor Alan Mulally.
“Volvo adalah merek global dengan budaya keamanan dan lingkungan yang kuat. Mereka telah melakukan program agresif untuk menentukan secara tepat kondisi operasional dan kemampuan keuangannnya. Karena itulah kami menjelaskan peninjauan ini. Kami berkomitmen menjalankan kebijakan terbaik bagi Ford dan Volvo di masa yang akan datang,” tambahnya.
Ford mengatakan peninjauan terhadap Volvo akan membutuhkan waktu beberapa bulan. Sementara itu, mereka akan terus melakukan kerja sama dengan Volvo untuk mengujudkan rencana restrukturisasi di bawah kemimpinan CEO VCC Stephen Odell, yang memimpin perusahaan mobil Swedia itu sejak awal 2008.
Jalan sendiri
Menanggapi rencana Ford Motor tersebut, Volvo akan terus menjalankan kebijakan perusahaan sendirian. Padahal sebelumnya, Volvo diandalkan Ford berhadapan dengan produsen mobil premium, seperti BMW.
”Kami tetap fokus membuat mobil dengan tingkat keamanan paling tinggi, juga terus berusaha membuat mobil yang makin ramah lingkungan. Kendaraan dengan desain khas kontemporer Skandinavia akan memperkuat bisnis Volvo di masa mendatang,” komentar Odell.
Tahun depan, Volvo akan memperkenalkan produk dengan filosofi baru. “Kami terus membangun citra Volvo yang khas dan tertanam dengan kuat pada kostumer global kami, yaitu mobil dengan tingkat keamanan sangat tinggi. Hal itu kami buktikan dengan memperkenalkan produk baru, yaitu XC60, mobil paling aman yang pernah dibuat Volvo. Kami juga akan memperkenalkan 7 model beremisi rendah pada 2009, menawarkan produk ramah lingkungan terbaik di segmen premium,” lanjutnya.
Ditambahkan, Volvo mempunyai citra produk yang kuat di Eropa, Amerika Utara, dan kawasan Asia Pasifik. “Pasar kami terus berkembang di China dan Rusia. Di sana kami unggul di segmen mobil-mobil premium,” ungkap Odell.
Ford Motor Company adalah produsen mobil yang berbasis di Dearborn, Michigan, Amerika Serikat. Untuk dunia, Ford saat ini berada pada peringkat keempat setelah Toyota, GM, dan Volkswagen.
Ford memasarkan produknya ke 200 negara, mempekerjakan 224.000 karyawan pada 90 pabrik di seluruh dunia. Pabrikan mobil yang berada dalam kelompok Ford saat ini adalah Lincoln, Mercury, Volvo, dan Mazda.
Chrysler
Sementara itu, Chrysler LLC, produsen ketiga terbesar di Amerika Serikat yang mengalami “pendarahan keuangan perusahaan yang cukup parah”, pada 2 Desember ini berusaha menemui otoritas pelabuhan Maryland, Baltimore. Di pelabuhan ini, Chrysler adalah pengekspor produk terbesar.
Chrysler bersama karyawan pelabuhan dan masyarakat setempat memohon kepada pemerintah federal memberikan bantuan kepada industri otomotif nasional mereka. “Dengan kondisi industri otomotif yang makin terpuruk, kehidupan lokal akan kena imbas,” demikian pernyataan Jim Press, Presiden dan Wakil Chairman Chrysler LLC.
Untuk itu, Chrysler bersama otoritas pelabuhan Maryland, Baltimore, akan melakukan reli jalan kaki yang dimulai dari kantor Balai Kota Baltimore. Rencana lebih besar yaitu mengerahkan karyawan mereka dan masyarakat yang bersimpati kepada industri otomotif Amerika untuk mengadakan reli jalan kaki bersama di seluruh Amerika Serikat. Targetnya, agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada Chrysler dan industri otomotif Amerika Serikat yang makin dalam keterpurukannya.