Buffon: Juventus Prioritaskan Liga Champions

Kompas.com - 02/12/2008, 21:46 WIB

TURIN, SELASA - Perjalanan Juventus menuju tangga juara Serie-A masih sangat panjang. "Si Nyonya Tua" masih harus bersaing ketat dengan Inter Milan yang kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan enam poin.

Meskipun demikian, Gianluigi Buffon belum mau bicara tentang peluang Bianconeri untuk meraih Scudetto. Penjaga gawang nomor satu Italia tersebut justru menyoroti peluang Juventus di pentas Liga Champions.

Menurutnya, jika harus memilih maka musim ini Juventus lebih condong konsentrasi menjadi juara kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut, dibandingkan dengan Scudetto. Meskipun demikian, penjaga gawang yang sampai saat ini masih duduk di kursi pesakitan karena sedang dibekap cedera tersebut mengakui, Juventus akan tetap berjuang mati-matian menjadi juara Serie-A.

"Saya pikir, penampilan Juventus lebih baik di ajang Liga Champions. Kami sadar, kualitas tim tidak jauh berbeda dengan tim lain di kompetisi ini," ungkap Buffon kepada La Gazzetta dello Sport, Selasa (2/12).

"Hal ini berbeda dengan di Serie-A, karena Inter terus berlari kencang. Meskipun demikian, kami belum menyerah untuk mengejarnya. Kami harus melupakan masa-masa buruk dan konsentrasi untuk menatap pertandingan-pertandingan di depan," tambahnya.

Memang, pada awal musim Juventus menjadi salah satu kandidat kuat peraih Scudetto. Namun dalam perjalanannya, performa Bianconeri menurun drastis sehingga mereka sempat bertengger di papan tengah dan jauh tertinggal dari Inter--kini Juventus mulai bangkit dan berada di posisi dua.

Buffon juga berbicara tentang rumor bahwa tim nasional Italia mulai krisis penjaga gawang. Menurutnya, Azzurri tidak akan pernah kehabisan stok kiper karena proses regenerasi terus berjalan.

"Tak ada krisis. Masih banyak pemain-pemain muda dengan bakat hebat. Gianluca Curci menunjukkan penampilan yang bagus bersama Siena, begitu pun dengan Federico Marchetti di Cagliari, yang memiliki rekor hebat," tutur Buffon.

Berbicara tentang masa lalu, dia juga mengungkapkan bahwa ketika masih muda dirinya tertarik untuk bergabung dengan AC Milan. Namun rencana itu tak terwujud karena keluarga tak mendukung.

"Saya ingin pergi ke Milan ketika masih muda. Namun, keluarga tak setuju dan mereka mendorongku untuk bergabung dengan Parma. Saya juga menasehati para pemain muda, agar hati-hati dengan agen. Saya telah bersama Silvano Martina sejak usia 16 tahun, dan saya tahu seorang agen bisa membuat kamu jadi beruntung atau tidak," simpulnya. (CH4/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau