SOLO, RABU - PT Jamsostek Kantor Cabang Surakarta sejak awal tahun 2008 hingga akhir November lalu telah memberi bantuan PHK kepada 921 pekerja. Bantuan ini terakhir diberikan bulan Oktober kepada 672 orang.
Menurut Pejabat Pengganti Sementara PT Jamsostek Kantor Cabang Surakarta, Panidjo Harsanto, dari kuota dana Rp 75 juta, pihaknya telah menghabiskan Rp 322 juta untuk bantuan PHK.
"Bulan Desember ini, sebenarnya ada 350 pekerja lagi yang masuk daftar mendapat bantuan PHK. Tahun ini peningkatan yang kena PHK benar-benar drastis," kata Panidjo, Rabu (3/12).
Ditambahkannya, para pekerja yang terkena PHK berasal dari beberapa perusahaan yang seluruhnya bergerak di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). PT Jamsostek Kantor Cabang Surakarta membawahi wilayah Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo.
Sementara itu, menyusul PHK terhadap 157 buruh pada akhir Oktober lalu, PT Tyfountex, Sukoharjo dikabarkan akan kembali mem-PHK 1.000 buruh.
Pada bulan November lalu, PT Tyfountex yang mengekspor produk tekstilnya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Australia juga mem-PHK 24 pekerjanya.
"Dari pembicaraan dengan direksi mengungkapkan, sebenarnya ada 3.000-an pekerja yang akan terkena PHK karena adanya krisis ini, yakni 2.000-an tenaga kontrak dan 1.000 karyawan tetap," ungkap Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Tyfountex Joko Supriyanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang