Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, RABU — Potongan kepala korban mutilasi, Hendra, diletakkan Yati dalam sebuah kantong plastik merah yang ditinggal di bawah jok sopir taksi yang ditumpanginya.
Setelah menyebar empat kardus dan dua kantong plastik di tiga bus, Yati membawa satu tas kain beroda yang berisi potongan kepala di dalam sebuah plastik merah. Potongan kepala itu sebelumnya ditenteng Yati saat menumpang bus Mayasari Bakti jurusan Pulo Gadung.
Di dalam bus ia menukar isi tas dengan potongan kepala. Semula, tas kain berisi dua plastik merah berisi potongan tubuh. Dua plastik itu ia keluarkan dan ditinggalkan di bawah tempat duduk nomor 13 bus Mayasari. Selanjutnya, satu plastik berisi potongan kepala yang ditentengnya ia masukkan ke dalam tas.
Turun dari bus, Yati kemudian naik taksi berwarna putih. Kemudian, Yati menyuruh sopir taksi untuk membeli rokok, dengan dibekali uang Rp 50.000. Saat sopir taksi turun dan membeli rokok, Yati meletakkan plastik merah berisi potongan kepala tersebut di bawah jok kursi sang sopir. Ia pun lantas melenggang dengan tas kain tanpa isi yang akhirnya ditinggalkan wanita 48 tahun itu di pinggir jalan.
Hingga saat ini hanya potongan tubuh berupa lengan bertato macan yang menjadi petunjuk untuk mengidentifikasi korban. Potongan tubuh tersebut ditemukan di dalam dua kantong plastik bus Mayasari. Namun, potongan tubuh ini cukup untuk mengungkap korbannya, yaitu Hendra, suami Yati.
Sementara itu, potongan kepala dan potongan tubuh lainnya telah dibuang sopir bus dan taksi di sungai yang mereka lintasi karena mengira berisi daging busuk.*
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang