Honda Jepang Tunda Rekrut 500 Karyawan Baru

Kompas.com - 03/12/2008, 14:47 WIB

TOKYO, RABU — Sengatan krisis ekonomi yang menyakitkan telah memaksa Honda Motor Co (HMC) mengambil langkah. Prinsipal mobil Honda itu mempertimbangkan kembali rencana untuk ekspansi ke luar negeri, termasuk membekukan peningkatan kapasitas produksi di Turki dan menunda perkenalan pabrik kedua di India, paling lama satu tahun. Demikian dikutip Nikkei, Rabu (3/12).

Selain itu, Honda juga sudah mengurangi jumlah produksinya di rumahnya (Jepang), juga yang di Amerika dan Eropa. Sekarang penyunatan itu sudah menyebar ke seantero dunia. Keputusan lainnya, pengoreksian kembali rencana  investasi Rp 167 miliar (dengan kurs Rp 12.000 per dollar AS) yang semula untuk mendongkrak kapasitas produksi Honda Civic di Turki sekitar 26% (63 ribu unit) dan kendaraan kecil lainnya di Rusia yang permintaannya mulai adem sejak Oktober lalu.

Kebijakan lainnya, HMC juga membenahi manajemen, termasuk meniadakan karyawan baru yang semula sudah direncanakan akan menambah 500 karyawan. Perusahaan akan mengevaluasi tren pasar untuk memulai suatu proyek.

Ditambahkan, pabrik kedua di India dengan kapasitas produksi 60.000 unit semula akan diresmikan 2010. Sesuai kebijakan prinsipal, pelaksanaannya baru dilakukan pada 2011 atau sesudahnya.

Padahal, pasar mobil baru di negeri yang baru dilanda peristiwa Mumbai berdarah itu terjun sampai 72% di Oktober, yang terkena adalah Honda City dan Civic.

Puncak dari segalanya, pabrik Honda pertama di India, yang bisa memproduksi 100.000 unit setiap tahun, hanya bisa memenuhi kebutuhan 60%. "Pokoknya, untuk tahun fiskal 2009 kami akan menekan tajam untuk investasi dari anggaran tahun 2008 sebesar Rp 92,3 triliun," kata seorang senior di HMC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau