Belum Ada Parpol Laporkan Dana Kampanye di Jambi

Kompas.com - 03/12/2008, 16:43 WIB

JAMBI, RABU - Belum satu pun partai politik maupun calon legislatif di Provinsi Jambi yang telah menyerahkan dana kampanye menjelang Pemilihan Umum 2009. Hal ini mengakibatkan kegiatan audit tidak dapat berjalan.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jambi Salahuddin mengatakan, pihaknya belum mendapat tembusan dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi mengenai besarnya dana kampanye di parpol masing-masing dan calon legislatif karena sampai sekarang belum satu parpol pun yang telah menyampaikannya.

"Kami perlu mengetahui laporan dana kampanye masing-masing peserta pemilu untuk ditindaklanjuti dengan kegiatan audit, tetapi sampai sekarang itu belum dapat kami ketahui," ujarnya seusai acara Sosialisasi Pengawasan Tahapan Kampanye yang dilaksanakan oleh Panwas Provinsi Jambi, di Kota Jambi, Rabu (3/12). Acara itu dihadiri oleh anggota partai dan calon anggota legislatif di wilayah Jambi.

Selain belum adanya laporan mengenai dana kampanye, hingga saat ini juga belum ada lembaga audit yang ditunjuk KPU Pusat untuk memeriksa laporan dana kampanye peserta pemilu. "Semestinya sudah harus ada lembaga audit, tetapi sampai sekarang pun belum ada lembaga yang ditunjuk," tambahnya.

Salahuddin melanjutkan, selama masa kampanye pihaknya akan menfokuskan pengawasan atas keterlibatan pegawai negeri sipil. "Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, banyak kegiatan kampanye yang melibatkan PNS. Kami akan fokus mengawasinya," tutur Salahuddin.

Pihaknya berharap pengawasan tidak hanya dilakukan oleh anggota Panwas, tetapi diperlukan peran aktif masyarakat. "Kami akan memproses setiap laporan dari masyarakat. Kami juga mengimbau PNS untuk menempatkan diri secara netral," lanjutnya.

Pada kegiatan sosialisasi Pengawasan Tahapan Kampanye, sejumlah pembicara yang hadir, antara lain, Anggota Panwas Jambi Aldrin, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Daniel Tombe, dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Yasir.

Yasir mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Panwas dan Kejati untuk kegiatan pengamanan selama masa kampanye. Pihaknya berharap para peserta pemilu lebih tertib dalam melaksanakan kampanye dan menghindari kemungkinan terjadinya konflik di masyarakat. Pemasangan atribut-atribut kampanye juga diimbau untuk tidak saling tumpang tindih karena dapat menimbulkan protes salah satu pihak terhadap pihak lain. *

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau