Henry Lebih Ngoyo di Barcelona Dibanding Arsenal

Kompas.com - 04/12/2008, 04:08 WIB

MADRID, KAMIS - Striker Barcelona, Thierry Henry mengakui, ia harus lebih banyak menguras tenaga di Barcelona. Karena itulah, ia tak bisa mencetak banyak gol seperti di Arsenal.

Seperti musim lalu, musim ini Henry belum banyak mencetak gol. Padahal, ketika masih di London, ia pernah menjadi top skor Liga Inggris. Menurutnya, peran sebagai pemain sayap membuatnya tak bisa mencetak gol lebih banyak seperti ketika ia menjadi ujung tombak bersama The Gunners.

"Aku paham mengapa orang-orang ingin melihatku mencetak gol (seperti di) Arsenal, tapi di sini tidak sama," katanya dalam sebuah jumpa pers di Barcelona. "Ketika aku di Arsenal, aku tidak banyak berlari seperti sekarang."

"Kadang-kadang kamu harus bekerja untuk tim dan bukan untuk diri sendiri. Di Arsenal aku berada di tengah untuk menunggu bola dari sayap dan terus menjaga kebugaranku," tambahnya. "Di sini sebaliknya. Di sayap, kamu harus berusaha bertahan dan mungkin ini berarti aku menjadi kurang tajam di kotak penalti."

Sejak bermain di era kepelatihan Frank Rijkaard, posisi Henry memang selalu di kiri. Ketika Pep Guardiola menggantikan Rijkaard, pola 4-3-3 masih menempatkan Henry di kiri, bersama Lionel Messi di kanan dan Samuel Eto'o di tengah.

Dengan posisi ini, tidak heran jika produktivitas Henry kalah jauh dibandingkan Eto'o. Henry kini baru mencetak empat gol, sementara Messi sudah sembilan dan Eto'o terbanyak, 14 gol.

Meski kurang cocok dengan posisi tersebut, Henry menegaskan bahwa ia sangat bahagia di Barca. Ia merasakan kebersatuan tim musim ini jauh lebih baik dibanding musim lalu. Itu tampak dari hasil pertandingan hingga jornada ke-13 di mana Barca memimpin klasemen sementara dengan 40 gol. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau