Ujian Nasional Ikut Hambat Kreativitas Guru

Kompas.com - 04/12/2008, 05:44 WIB

JAKARTA - Ujian nasional ikut menghambat para guru mengembangkan pembelajaran kreatif. Pengembangan pembelajaran kreatif kalah menarik dibandingkan angka kelulusan ujian nasional yang dapat meningkatkan prestise sekolah.

Hal itu antara lain yang terungkap dari pembicaraan dengan beberapa guru kreatif, Rabu (3/12). Sebanyak 82 guru sekolah menengah atas (SMA) di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Denpasar mendapat dana masing-masing Rp 5 juta dari Citi Success Fund (CSF) 2008. Program itu untuk memberikan dukungan finansial bagi guru SMA menciptakan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menarik bagi siswa.

Tahun ini, mereka mendapat tantangan mengimplementasikan isu pemanasan global, layanan masyarakat, dan anti-bullying dalam kegiatan belajar-mengajar. Periode implementasi program berlangsung dari Desember 2008 hingga akhir Maret 2009.

Salah seorang penerima dana, Zepeherinus Senago, guru Matematika SMA St Bellarminus, Jakarta, mengatakan, pengayaan materi guna persiapan UN lebih menarik di mata sekolah ketimbang pengembangan pembelajaran kreatif. ”Itu sepertinya terjadi di berbagai sekolah dan tidak terlalu mengherankan. Angka kelulusan yang tinggi meningkatkan prestise sekolah,” ujarnya.

Rina Istianawati, guru SMAN 6 Tangerang, mengatakan, target kelulusan UN memberatkan guru mengajar secara kreatif. Persiapan pemantapan materi ujian semakin dini dengan jumlah mata pelajaran yang di-UN-kan kian banyak. Secara keseluruhan, guru juga masih harus menyelesaikan target kurikulum 17 mata pelajaran di SMA. Rina mendapatkan dana untuk proposalnya ”Satu Motor, Satu Pohon”, sebagai bentuk kampanye global warming. (INE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau