Aviliani: Tahun Depan, Pertumbuhan Ekonomi Bisa 4,9 Persen

Kompas.com - 04/12/2008, 13:45 WIB

JAKARTA, KAMIS — Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani memproyeksikan pertumbuhan ekomomi tahun 2009 mendatang hanya akan mencapai 4,9 persen. Proyeksi ini di atas perkiraan pesimistis pemerintah yang hanya mencapai 4,5 persen. "Kalau 6 persen rasa-rasanya berat sekali," kata Aviliani di sela-sela seminar Strategi Selamat dari Krisis Ekonomi Global di hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (4/12).

Tahun 2009 mendatang, pertumbuhan ekonomi didukung oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sektor informal. Diperkirakan, kedua sektor ini akan menyumbang hingga 50 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP). "Ada sekitar Rp 2.400 triliun dari sektor tersebut atau seribu triliunnya dari APBN," ujarnya.

Aviliani menilai, kondisi ini sama seperti ketika krisis tahun 1998 lalu, saat sektor UMKM dan sektor informal mampu dukung GDP hingga 52 persen. Karena itu, Aviliani mengaku masih yakin akan potensi itu dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Aviliani juga memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dollar AS bisa mencapai Rp 12.500 di tahun depan, atau bahkan lebih tinggi lagi.

Anjloknya nilai tukar rupiah juga akan membuat tingkat inflasi menjadi lebih tinggi lagi. Karena itu, pemerintah harus membuat crisis center untuk membantu restrukturisasi utang swasta dan pemerintah untuk menjaga nilai tukar rupiah. "Persoalannya apakah pemerintah berhasil mendapat pinjaman dan pemerintah juga harus membuat crisis center. Kalau tidak dilakukan, rupiah bisa mencapai Rp 12.500 di tahun depan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau