JAKARTA, KAMIS — Memasuki hari ketiga penghentian sementara operasi bus dari pemondokan ke Masjidil Haram, banyak dimanfaatkan jemaah haji Indonesia yang melaksanakan ibadah disekitar pemondokan. Tampaknya, ibadah di masjid di sekitar pemondokan menjadi alternatif, mengingat jarak pemondokan menuju Masjidil Haram sangat jauh.
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Kamis (4/12), melaporkan, banyak jamaah haji yang terpaksa memilih beribadah di sekitar pemondokan.
Misalnya, Muhammad Nur, jemaah calon haji asal Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, selain beribadah di sekitar pemondokan, bersama rekan sekampungnya ia memanfaatkan untuk berkeliling di sekitar maktab guna mengenal lebih jauh kondisi di Aziziah Syaukiyah.
Meski sebagian dari mereka mengaku pasrah menerima keadaan, mereka berharap setelah wukuf nanti dapat secara maksimal melaksanakan shalat lima waktu di Masjidil Haram.
Harapan tersebut memang menjadi harapan jemaah haji Indonesia. Apalagi, semangat untuk menunaikan rukun Islam yang kelima akan lebih lengkap jika bisa shalat lima waktu di Masjidil Haram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang