Caleg Borong Obat untuk Kampanye

Kompas.com - 04/12/2008, 17:00 WIB

BANDUNG, KAMIS - Sejumlah calon legislatif (caleg) mulai memborong pembelian obat murah untuk mendukung program kampanye menjelang Pemilu 2009 mendatang.
     
"Pesanan obat murah dari para caleg meningkat menjelang 2009 mendatang, yah lumayan mendongkrak penjualan produk," kata  Direktur Produksi PT Indo Farma, Yuliarti di sela-sela Raker BUMN Farmasi di Bandung, Kamis.

Tidak disebutkan jumlah pesanan obat murah ke BUMN itu, namun meningkat berarti terutama untuk obat murah serba Rp1.000.

Yuniarti menyebutkan, obat murah itu selanjutnya dikemas oleh tim sukses caleg dalam kemasan khusus bergambar parpol atau wajah caleg yang bersangkutan.

"Kami sih tetap memproduksi dengan kemasan standar, namun setelah dibeli oleh mereka dikemas ulang sesuka mereka," kata Yuliarti.

Beberapa obat murah yang banyak dipesan caleg itu adalah obat sakit kepala, sakit gigi, sakit perut, maag, obat diare dan lainnya yang biasa dijual dengan harga serba Rp1.000.

Penjualan kepada pihak para caleg, kata Yuliarti tidak jadi masalah karena mereka membeli secara langsung dan didistribusikan kepada masyarakat.

Meningkatnya pesanan obat murah pesanan para caleg itu dibenarkan oleh direktur Utama PT Kimia Farma, Syamsul Arifin.

"Pesanan seperti ini menjadi fenomena tersendiri jelang 2009." katanya. Meski biaya produksi meningkat sebagai dampak krisis global dan melemahnya nilai rupiah, namun baik PT Kimia Farma maupun Indo Farma tetap komitment memproduksi obat murah dan generik.
     
"Stok obat murah mencukupi dan tersedia di pasaran, hanya diakui marketingnya tak segencar obat lainnya sehingga masih kurang dikenal masyarakat," kata Syamsul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau