Rp 1,5 Triliun Uang Nasabah Century Tersangkut

Kompas.com - 05/12/2008, 08:02 WIB

JAKARTA, JUMAT — Buntut pengambilalihan PT Bank Century Tbk oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bakal panjang. Ternyata, ada sejumlah nasabah bank ini yang terjeblos karena membenamkan uang ke paket produk investasi yang bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi melalui Bank Century.

Kemarin (4/12), Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mulai memeriksa Direktur Utama Antaboga Delta Sekuritas Indonesia Hendro Wiyanto. Antaboga adalah perusahaan manajer investasi yang menjadi agen penjual produk investasi itu.

Dari pemeriksaan itu, Bapepam-LK mengidentifikasi dana yang terhimpun cukup besar. "Saat ini jumlahnya Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun," ujar Sardjito, Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK.

Menurut Sardjito, Bapepam-LK dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) telah membekukan sejumlah aset dan dana tunai. "Yang bisa kami selamatkan berupa efek. Sementara itu, penyelamatan rekening oleh teman-teman di Bareskrim," katanya.

Direktur Utama Antaboga Hendro Wiyanto menolak berkomentar. "Semua data ada di Bapepam-LK," ujar Hendro, seusai pemeriksaan.

Kasus ini menyeruak saat nasabah Bank Century melapor ke Bapepam-LK tentang nasib investasi mereka di produk investasi itu. "Semua yang kena adalah nasabah Bank Century," ujar Sardjito. Sementara itu, Bank Century tak punya izin Wakil Agen Penjual Reksadana (WAPERD).

Menurut dokumen yang ada di tangan investor, portofolio produk itu terdiri atas discretionary fund, Reksadana Berlian, Berlian Plus, dan Berlian Terproteksi. Cuma, belum jelas berapa dana yang masuk ke discretionary fund atau ke portofolio lain. Menurut Infovesta Utama, lembaga riset reksadana, dana kelolaan Reksadana Belian per 21 Oktober 2008 Rp 49,44 miliar, sedangkan dana yang ada di Berlian Plus Rp 5,24 miliar. Infovesta tak punya data soal Berlian Terproteksi.

Sekretaris Perusahaan Bank Century Deddy Triyana juga enggan berkomentar. "Century memang tidak punya WAPERD, tapi saya cek dulu," katanya.

Anthony Sebastian Halim, salah satu nasabah, mengaku, mendapat hasil 10 persen per tahun yang dibayarkan tiap bulan. "Ketika jatuh tempo, Oktober, tak bisa cair," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau