BANDUNG, JUMAT - Akses menuju Kabupaten Bandung wilayah selatan lumpuh akibat genangan sepanjang 500 meter memutus Jalan Raya Mohamad Toha. Pengguna jalan akhirnya beralih menuju Jalan Raya Bojongsoang sehingga mengakibatkan kemacetan luar biasa.
Menurut pantauan KOMPAS, Jumat (5/12), genangan air dimulai sejak Jl Raya Moh Toha Kilometer 7 sampai 7,5. Genangan air setinggi paha orang dewasa memaksa kendaraan berat berhenti dan tidak bisa meneruskan perjalanan. Sepeda motor yang memaksa terus berakhir dengan mogok di tengah genangan air karena kenalpotnya kemasukan air.
Yang bisa melalui jalan raya yang tergenang itu pun dengan cara berjalan kaki atau menaiki becak meski harus ditarik karena tingginya air. Antrean panjang truk pengangkut dimulai sejak dini hari. Para sopir cuma bisa pasrah menunggu air surut karena mereka pun sudah tidak bisa memindahkan kendaraannya sedikit pun.
"Saya tertahan sejak pukul 2.00 karena genangan air yang terlalu tinggi untuk dilalui. Padahal, saya harus mengambil barang produksi pabrik dan sampai kembali ke Jakarta untuk dikirimkan pada sore harinya," ujar Ace, seorang sopir truk pengangkut.
Para pengguna jalan pun memilih menuju Bandung Selatan melalui Kecamatan Bojongsoang yaitu lewat Jl Terusan Buah Batu. Sayangnya, karena semua berpikiran sama, kemacetan panjang pun terjadi sejak perempatan Buah Batu. Beberapa titik leher botol menambah runyam kemacetan seperti di pertigaan pintu masuk Institut Teknologi Telkom atau pertigaan menuju Dayeuhkolot.
Perjalanan dari Kota Bandung menuju Kecamatan Baleendah yang biasanya bisa ditempuh dengan waktu 45 menit bisa menghabiskan setidaknya dua jam karena kemacetan.
Menurut Warga Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot Ai Juariah, genangan air sebenarnya sudah terlihat sejak hari Kamis (4/12) kemaren dan sudah surut sejak pukul 14.00. Namun, hujan deras yang mengguyur sejak sore hari hingga dini hari membuat permukaan air kembali naik.
"Tambah parah, karena ketinggian mencapai satu meter," terang Ai.
Luapan air berasal dari selokan yang meluap ke jalan. Selokan tersebut mengalir sampai ke Sungai Citarum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang