Akses Menuju Bandung Selatan Lumpuh

Kompas.com - 05/12/2008, 11:21 WIB

BANDUNG, JUMAT  - Akses menuju Kabupaten Bandung wilayah selatan lumpuh akibat genangan sepanjang 500 meter memutus Jalan Raya Mohamad Toha. Pengguna jalan akhirnya beralih menuju Jalan Raya Bojongsoang sehingga mengakibatkan kemacetan luar biasa.

Menurut pantauan KOMPAS, Jumat (5/12), genangan air dimulai sejak Jl Raya Moh Toha Kilometer 7 sampai 7,5. Genangan air setinggi paha orang dewasa memaksa kendaraan berat berhenti dan tidak bisa meneruskan perjalanan. Sepeda motor yang memaksa terus berakhir dengan mogok di tengah genangan air karena kenalpotnya kemasukan air.

Yang bisa melalui jalan raya yang tergenang itu pun dengan cara berjalan kaki atau menaiki becak meski harus ditarik karena tingginya air. Antrean panjang truk pengangkut dimulai sejak dini hari. Para sopir cuma bisa pasrah menunggu air surut karena mereka pun sudah tidak bisa memindahkan kendaraannya sedikit pun.

"Saya tertahan sejak pukul 2.00 karena genangan air yang terlalu tinggi untuk dilalui. Padahal, saya harus mengambil barang produksi pabrik dan sampai kembali ke Jakarta untuk dikirimkan pada sore harinya," ujar Ace, seorang sopir truk pengangkut.

Para pengguna jalan pun memilih menuju Bandung Selatan melalui Kecamatan Bojongsoang yaitu lewat Jl Terusan Buah Batu. Sayangnya, karena semua berpikiran sama, kemacetan panjang pun terjadi sejak perempatan Buah Batu. Beberapa titik leher botol menambah runyam kemacetan seperti di pertigaan pintu masuk Institut Teknologi Telkom atau pertigaan menuju Dayeuhkolot.

Perjalanan dari Kota Bandung menuju Kecamatan Baleendah yang biasanya bisa ditempuh dengan waktu 45 menit bisa menghabiskan setidaknya dua jam karena kemacetan.

Menurut Warga Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot Ai Juariah, genangan air sebenarnya sudah terlihat sejak hari Kamis (4/12) kemaren dan sudah surut sejak pukul 14.00. Namun, hujan deras yang mengguyur sejak sore hari hingga dini hari membuat permukaan air kembali naik.

"Tambah parah, karena ketinggian mencapai satu meter," terang Ai.

Luapan air berasal dari selokan yang meluap ke jalan. Selokan tersebut mengalir sampai ke Sungai Citarum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau