KSAL Jamin Keamanan Bandara Juanda

Kompas.com - 05/12/2008, 11:35 WIB

SURABAYA, JUMAT - KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdijatno menegaskan, tidak ada kompromi untuk pengamanan Juanda dari ancaman korban lumpur Lapindo yang akan menduduki bandara internasional tersebut.
     
"Bagi TNI AL, kepentingan nasional di atas segalanya. Korban lumpur Lapindo itu orang per orang, sedangkan Bandara Juanda untuk kepentingan nasional," katanya kepada wartawan seusai upacara HUT ke-63 TNI di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya, Jumat.
     
Ribuan korban lumpur, Kamis (4/12), memblokir jalan dan jembatan di Porong, Sidoarjo, sebagai bentuk protes atas belum dipenuhinya tuntutan agar PT Lapindo Brantas segera melunasi ganti rugi yang tinggal 80 persen. Bahkan mereka mengancam akan menduduki Bandara Juanda.
     
Menurut KSAL, TNI AL yang bertugas mengamankan obyek vital di markas militer, termasuk di dalamnya Bandara Juanda itu, menjamin bahwa fasilitas umum untuk angkutan udara tersebut akan aman.
     
"Berapa pun pasukan yang dibutuhkan untuk pengamanan bandara itu kami siapkan. Pada kondisi seperti apa pun, bandara itu harus tetap beroperasi," kata laksamana berbintang empat yang juga penerbang TNI AL itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau