SURABAYA, JUMAT - KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdijatno menegaskan, tidak ada kompromi untuk pengamanan Juanda dari ancaman korban lumpur Lapindo yang akan menduduki bandara internasional tersebut.
"Bagi TNI AL, kepentingan nasional di atas segalanya. Korban lumpur Lapindo itu orang per orang, sedangkan Bandara Juanda untuk kepentingan nasional," katanya kepada wartawan seusai upacara HUT ke-63 TNI di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya, Jumat.
Ribuan korban lumpur, Kamis (4/12), memblokir jalan dan jembatan di Porong, Sidoarjo, sebagai bentuk protes atas belum dipenuhinya tuntutan agar PT Lapindo Brantas segera melunasi ganti rugi yang tinggal 80 persen. Bahkan mereka mengancam akan menduduki Bandara Juanda.
Menurut KSAL, TNI AL yang bertugas mengamankan obyek vital di markas militer, termasuk di dalamnya Bandara Juanda itu, menjamin bahwa fasilitas umum untuk angkutan udara tersebut akan aman.
"Berapa pun pasukan yang dibutuhkan untuk pengamanan bandara itu kami siapkan. Pada kondisi seperti apa pun, bandara itu harus tetap beroperasi," kata laksamana berbintang empat yang juga penerbang TNI AL itu.