BANGKOK, JUMAT — Sejumlah penari, penabuh drum, serta petugas badan wisata menyambut sejumlah calon penumpang, Jumat (5/12), pada pembukaan kembali bandara internasional utama Thailand yang sempat ditutup selama sepekan akibat unjuk rasa antipemerintah. Namun demikian, beberapa calon penumpang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal mengingat Bandara Suvarnabhumi hanya beroperasi dengan kapasitas sekitar 50 persen dan sejumlah penerbangan masih dibatalkan.
Bagi sebagian besar penumpang, masalah ini merupakan kelanjutan dari gangguan pelayanan yang melelahkan dan membingungkan sejak 25 November lalu saat salah satu dari 2 bandara di Bangkok ditutup oleh aksi demonstrasi antipemerintah.
Penutupan bandara itu mengakibatkan lebih dari 300.000 calon penumpang telantar akibat pembatasan ratusan penerbangan serta menganggu ekonomi dari negara yang bergantung pada pariwisata itu. Bandara domestik Don Muang telah dibuka kembali Kamis (4/12).
"Suasananya cukup menyenangkan dan makanannya enak, tetapi jika ke konter terakhir sana kita akan melihat mereka yang kesal karena seluruh penerbangannya dibatalkan," kata Nadine Woytal, wartawan televisi berusia 27 tahun dari Jerman yang mengetahui bahwa pesawat penerbangan Thai Airways menuju Muenchen telah dibatalkan.
Sebagian besar penerbangan ke luar Suvarnabhumi dilayani oleh maskapai lokal, seperti Thai Airways, Bangkok Airways, serta Thai Air Asia. 574 penerbangan dijadwalkan tiba dan bertolak dari Suvarnabhumi Jumat ini. Kepala Otoritas Bandara Thailand Serirat Prasutanont menerangkan, dibutuhkan waktu bagi seluruh maskapai asing untuk dapat beroperasi penuh di Suvarnabhumi.
"Banyak maskapai asing belum siap untuk mendarat," kata Serirat. "Maskapai-maskapai itu membutuhkan waktu untuk mengatur jadwal penerbangannya."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang