Bandara Suvarnabhumi Kembali Bergeliat

Kompas.com - 05/12/2008, 20:53 WIB

BANGKOK, JUMAT — Sejumlah penari, penabuh drum, serta petugas badan wisata menyambut sejumlah calon penumpang, Jumat (5/12), pada pembukaan kembali bandara internasional utama Thailand yang sempat ditutup selama sepekan akibat unjuk rasa antipemerintah. Namun demikian, beberapa calon penumpang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal mengingat Bandara Suvarnabhumi hanya beroperasi dengan kapasitas sekitar 50 persen dan sejumlah penerbangan masih dibatalkan.

Bagi sebagian besar penumpang, masalah ini merupakan kelanjutan dari gangguan pelayanan yang melelahkan dan membingungkan sejak 25 November lalu saat salah satu dari 2 bandara di Bangkok ditutup oleh aksi demonstrasi antipemerintah.     

Penutupan bandara itu mengakibatkan lebih dari 300.000 calon penumpang telantar akibat pembatasan ratusan penerbangan serta menganggu ekonomi dari negara yang bergantung pada pariwisata itu. Bandara domestik Don Muang telah dibuka kembali Kamis (4/12).

"Suasananya cukup menyenangkan dan makanannya enak, tetapi jika ke konter terakhir sana kita akan melihat mereka yang kesal karena seluruh penerbangannya dibatalkan," kata Nadine Woytal, wartawan televisi berusia 27 tahun dari Jerman yang mengetahui bahwa pesawat penerbangan Thai Airways menuju Muenchen telah dibatalkan.

Sebagian besar penerbangan ke luar Suvarnabhumi dilayani oleh maskapai lokal, seperti Thai Airways, Bangkok Airways, serta Thai Air Asia. 574 penerbangan dijadwalkan tiba dan bertolak dari Suvarnabhumi Jumat ini. Kepala Otoritas Bandara Thailand Serirat Prasutanont menerangkan, dibutuhkan waktu bagi seluruh maskapai asing untuk dapat beroperasi penuh di Suvarnabhumi.

"Banyak maskapai asing belum siap untuk mendarat," kata Serirat. "Maskapai-maskapai itu membutuhkan waktu untuk mengatur jadwal penerbangannya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau