5 Pria Beristri Perkosa ABG

Kompas.com - 06/12/2008, 13:27 WIB

BANJAR — Lima pria beristri dan seorang bujangan memerkosa seorang anak perempuan di bawah umur. Gilanya, aksi itu dilakukan mereka dua ronde di tempat berbeda. Setelah puas, korbannya ditinggal begitu saja di pekuburan.

Gadis (15), nama samaran, hanya bisa meratapi nasibnya. ABG warga Desa Awang Bangkal Barat, Karang Intan, Banjar, itu harus menanggung aib lantaran dicabuli dan digilir enam pria, Selasa (2/12), sekitar pukul 21.00 Wita.

Selain menanggung aib, Gadis juga menderita sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya. Lokasi pertama, Gadis digauli di kebun karet di kawasan Desa Awang Bangkal Barat RT 4, Karang Intan, Banjar. Lokasi kedua, Gadis digilir di sebuah pondok di kawasan Desa Mandi Kapau Timur, Karang Intan, Banjar.

Setelah perkosaan kedua, Gadis ditinggalkan begitu saja di areal pekuburan di kawasan Awang Bangkal. Gadis ditemukan warga dalam kondisi kepayahan.

Gadis pun bercerita kepada warga bahwa dirinya telah diperkosa. Oleh warga dia diantar pulang ke rumahnya. Esok harinya, Rabu pagi, Gadis diantar kakaknya melapor ke Mapolsek Karang Intan.

Berselang beberapa jam setelah Gadis melapor, anggota Polsek Karang Intan yang dipimpin Kapolsek Iptu Muhammat Sukar SAP langsung bergerak dan berhasil menangkap lima pria beristri dan seorang bujangan, seperti laporan Gadis. Keenam pelaku dicokok petugas dari rumah masing-masing, Kamis sekitar pukul 02.00 Wita.

Kelima pria beristri itu, Kaspul Anwar alias Abab (25), warga Desa Awang Bangkal Timur; Zubair (27), warga Desa Mandi Kapau Barat; Marwani (27), warga Desa Mandi Kapau Timur; M Syaufi (22), warga Desa Awang Bangkal Timur; dan Baihaqi (31), warga Desa Awang Bangkal Timur. Sementara itu, seorang bujangan yang ikut ditangkap, yakni Achyani (20), warga Desa Awang Bangkal Timur.

Pasar malam

Informasi terhimpun, kejadian ini bermula dari perkenalan Gadis dengan Abab, Selasa (2/12) malam di pasar malam di kawasan Awang Bangkal.

Tidak lama setelah berkenalan, Abab menawarkan jasanya mengantar Gadis pulang ke rumah. Tanpa ada rasa curiga, Gadis pun mau. Dengan suka cita dia dibonceng Abab menggunakan sepeda motor.

Tanpa sepengetahuan Gadis, teman-teman Abab mengikuti mereka. Ketika berada di kebun karet di kawasan Awang Bangkal Barat RT 4, Abab menghentikan sepeda motor dan membawa Gadis ke dalam kebun karet. Teman-teman Abab juga mengikuti ke kebun karet.

Pengakuan Gadis kepada polisi, saat berada di pinggir sungai di dekat rumpun bambu, Abab menciumi dirinya. Kemudian Abab memaksa Gadis untuk melayani nafsu syahwatnya. Seusai Abab melampiaskan nafsunya, lima teman Abab juga melakukan hal sama terhadap Gadis.

Abab dan Zubair membawa Gadis naik sepeda motor. Dalam perjalanan pulang, Abab dan Zubair mampir di warung dan mengajak Gadis makan.

Seusai makan, Abab dan Zubair melanjutkan perjalanannya mengantar Gadis pulang. Naasnya, saat berada di kawasan Mandi Kapau Timur, nafsu Abab dan Zubair bangkit lagi. Mereka kemudian menghentikan sepeda motor di kawasan kebun jagung dan membawa Gadis ke sebuah pondok kecil. Di tempat itu Gadis kembali digilir oleh Abab dan Zubair.

Setelah itu Gadis kembali dibawanya. Namun, ketika berada di kuburan di kawasan Awang Bangkal, Gadis tinggalkan begitu saja.

Atas aib yang diterimanya, Gadis melapor ke Mapolsek Karang Intan dengan diantar kakaknya sampai akhirnya Abab dkk diciduk polisi.

Kapolres Banjar AKBP Iswahyudi melalui Kapolsek Karang Intan Iptu Mohammat Sukar SAP menjelaskan, untuk menangkap keenam pelaku pihaknya sangat dibantu masyarakat.

"Bahkan, saat penangkapan pelaku di kawasan Awang Bangkal Timur, Pembakalnya mau mengumpulkan warganya. Korban yang kami bawa mencari pelaku pun kami minta untuk mengenali. Meskipun tidak kenal nama, korban sempat mengenali wajah pelaku," ujar Mohammat. (ncl)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau