Fahmi Idris Tertarik Moge-Moge di JMS

Kompas.com - 06/12/2008, 22:33 WIB

JAKARTA, SABTU - Pesta industri kendaraan bermotor di Indonesia "Jakarta Motorcycle Show (JMS) ke-4 2008" dibuka hari ini, Sabtu (6/12), di Jakarta Convention center (JCC) oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris, pukul 09.00. Selesai memberi kata sambutan, Menteri ditemani Gunadi Sindhuwinata, Ketua AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia); Bambang Trisulo, Ketua Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), serta dari Polri mengelilingi areal pameran seluas 15.000 meter persegi di hall A dan B.

"Melalui ajang pameran ini, masyarakat Indonesia akan dapat melihat, baik secara langsung, maupun tidak, mengenai industri otomotif, khsusunya sepada motor dalam negeri sudah sedemikian maju," kata Fahmi. "Terutama dari sisi teknologi," lanjutnya.

Fahmi mengambil contoh soal konsumsi bahan bakar. "Kalau dulu motor menempuh jarak 40 km untuk 1 liter, sekarang bisa mencapai antara 50 dan 60 km. Selain hemat bahan bakar, terlihat juga dari kemampuan industri sepeda motor dalam memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, dengan standar emisi Euro-2," papar menteri yang doyan menunggang moge semasa muda.

Tak heran, setiap menyambangi stan anggota AISI, ia menaiki mogenya. Semisal di Yamaha, ia langsung menyemplak di moge V-Max. "Saya punya motor ini. Yang ini berapa cc?" tanyanya pada Ir Dyonisius Beti MM, Wakil Presiden PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.

"Yang ini 1.800 cc," jawab Dyon. "Wah, kalau yang saya punya masih 1.200 cc," balasnya. Ketika di stan Suzuki, selain tertarik dengan motor-motor konsep, Fahmi sempat menaiki Suzuki Hayabusa (Suzuki GSX-R 1.300). "Wah kalau zaman masih mudah masih enak, sekarang susah karena perut nyangkut di tangki," ujarnya sambil tertawa.

Ketertarikkannya dengan moge juga diperlihatkan saat melihat stan Honda. Ia serius mendengarkan penjelasan dari Johannes Loman, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor, yang menjelaskan mengenai motor konsep Honda, yakni EVOS 6, termasuk juga Honda DN01. Sebelum itu, ia sempat menaiki Honda Balde 110R yang dipajang di panggung ASIMO.

Boleh jadi, menyemplaknya Menteri Perindustrian pada beberapa moge karena ingin menikmati kenyamanan dan mengetahui tingkat keselamatannya, meski tanpa jalan. Mungkin juga ini berkaitan dengan tema pameran "Ride Safely-Enjoy Life" yang berlangsung sampai 14 Desember ini.

Enggak ada duit
Pameran kali ini memang lebih memanfaatkan pemakaian lahan, terutama outdoor-nya. Yamaha dan Honda menyuguhkan atraksi trial bike show. Malah Honda ditambah dengan jajal bebek Honda Blade 110R buat konsumennya. Trik terakhir ini juga diikuti Bajaj yang mengambil lokasi antara trek Yamaha dan Honda dengan membuat trek sendiri untuk memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba Pulsar.

Dibandingkan tahun lalu, kesemarakan pameran yang sekarang masih kalah dengan yang dua tahun lalu. Hall B saja tidak terisi secara padat. Kemudian, promosi juga terkesan melempem. "Maklum, lagi cekak. Tapi, untuk yang akan datang, kemungkinan pameran digabung dengan mobil dan dipindahkan ke Kemayoran," sebut Gunadi Sindhuwinata, Ketua AISI yang juga Presdir PT Indomobil Makmur Mandiri.

Yang bikin sejumlah wartawan kesal, masuknya pengunjung umum tidak sesuai dengan jadwal. Semula panitia menetapkan pukul 13.00 untuk umum, tetapi malah lebih maju jadwalnya. Pak Kang—sapaan akrab Gunadi —menyesalkan langkah ini. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau