LONDON, MINGGU - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengatakan, klub sepak bola sedang terancam Aturan Webster. Sebab, aturan ini melemahkan klub dalam berhadapan dengan kontrak pemain. Sehingga, ke depan akan banyak klub yang gagal membangun tim dengan baik, karena pemain memiliki kemudahan memutus kontrak.
Sebutan Aturan Webster muncul setelah kasus Andy Webster yang meninggalkan klub Skotlandia, Hearts dan pindah ke Wigan Athletic pada Agustus 2006. Dia waktu itu masih terikat kontrak selama setahun dari total kontrak empat tahun.
Setelah mengadu ke badan arbitrasi olahraga, dia diizinkan pindah dengan membayar sisa kontraknya. FIFA juga menyetujuinya. Berdasarkan artikel nomor 17 di aturan FIFA, pemain berumur 23 sampai 28 tahun bisa memutuskan kontrak jika dia sudah menjalani tiga tahun masa kontraknya dari total empat atau lima tahun kontak. Sedangkan, pemain yang sudah berumur 28 tahun bisa pergi dan membayar sisa kontraknya, setelah hanya dua tahun menjalani masa kontraknya.
Karena aturan itu, Arsenal terancam ditinggalkan beberapa pemainnya. Salah satu yang dikhawatirkan Wenger, kapten tim Cesc Fabregas bisa pergi tanpa bisa dicegah, jika dia bisa membayar sisa kontraknya.
"Sedang ada angin perubahan yang menerpa sepak bola. Ini bisa memengaruhi banyak klub. Kami semua harus memprihatinkannya. Kami sekarang hidup dalam ketakutan. Siapa yang bisa menjamin masa depan klub?" gugat Wenger.
"Karena aturan itu, Cesc Fabregas bisa meninggalkan Arsenal. Tapi, saya tahu dia mencintai Arsenal. Meski begitu, sangat penting bagi kami untuk segera memperbarui kontraknya," tegasnya.
Menurut Wenger, Aturan Webster akan segera memengaruhi banyak klub. Sebab, pemain akan lebih mudah dan bebas meninggalkan klub, meski masih terikat kontrak.
"Banyak klub yang belum mencemaskan Aturan Webster. Padahal, ini akan memberi dampak besar. Sebab, setelah tiga tahun bekerja, seorang pemain bisa meninggalkan klub. Klub besa mungkin bisa mempertahankan pemainnya. Tapi, saya ragu apakah klub-klub kecil bisa melakukan hal sama," jelasnya.
"Para agen saat ini masih belum banyak yang menggunakan Aturan Webster. Tapi, saya kira aturan ini akan semakin banyak dimanfaatkan, seperti ketika muncul Aturan Bosman. Sepak bola sekarang benar-benar dalam ketakutan," tambahnya. (SE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang