Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, SENIN — Rasa syukur, terkadang hadir saat melihat bahwa di luar sana masih banyak orang yang tak beruntung, tapi masih bisa bersyukur. Momentum Idul Adha, secara filosofis membagi rezeki kepada mereka yang tak beruntung itu.
Senin (8/12), di Hari Raya Idul Adha hanya dihabiskan Pak Jaim (67) di rumah mungil-nya, di antara rangka jembatan di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Hanya seorang diri. Rumah yang hanya beralaskan triplek dan berdindingkan kardus itu, Jaim tinggal bersama istrinya, Taswiyah (57).
Tapi, sejak pukul 10.00 tadi, sang istri telah berangkat mencari nafkah, memulung di seluruh pelosok ibukota. "Saya lagi sakit, cuma bisa istirahat," ujar pria yang hanya menyisakan satu dua gigi di rongga mulutnya.
Tetangga-tetangganya yang tinggal di rongga jembatan yang sama, tampak tak berada di tempatnya. "Nggak tahu pada ke mana, mungkin ambil daging," katanya.
"Saya sudah tiga tahun terakhir nggak dapet daging. Biasanya kalo pas mulung sama istri, ketemu orang suka dikasih kupon (kupon daging kurban) ya diambil. Tapi 3 tahun ini nggak ada, mungkin belum rezeki," katanya polos tanpa bermaksud mengeluh.
Untuk mengantre, ia mengaku sudah terlalu tua. Fisiknya tak lagi memungkinkan untuk berdesak-desakan dan berdiri lama menunggu jatah sebungkus daging. "Kalo dapet (daging) biasanya istri saya masak rendang," tutur perantau asal Cikampek ini.
Ia tak menampik, bahwa daging menjadi barang mewah baginya yang hanya berpenghasilan Rp10 ribu per hari. Namun, Jaim mengatakan, bukan itu esensi dari bertahan hidup. "Hidup kan bukan cuma buat itu, bisa makan, apa saja juga Alhamdulillah. Kalo dapet disyukuri, nggak juga Alhamdulillah," kata dia.
Tak ada harapan yang tersisa di hatinya, kecuali menjalani sisa hidup bersama sang istri. Lebih dari 16 tahun hidup di Ibu Kota, dihabiskannya dengan menetap di pinggiran rel, atau di rongga jembatan seperti yang dijalani saat ini. "Sudah tua begini, mau berharap apa ya? Tinggal nunggu umur aja," ujar Jaim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang