JAKARTA, SENIN - Juru bicara Departemen Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan, penerbangan Rusia-Indonesia baru dapat dimulai pertengahan tahun 2009. Penerbangan itu baru dapat terealisasi setelah penandatanganan Air Service Agreement (ASA) dan Memorandum of Understanding antara Rusia dan Indonesia pada Mei 2009.
"Kami mengharapkan penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia, untuk menjaring langsung wisatawan," kata Bambang S Ervan, Senin (8/12) kepada Kompas. Dia menyampaikan hasil pertemuan antara Dirjen Amerika Eropa Deplu Retno Marsudi dengan pemerintah Rusia.
Pada prinsipnya semua hal sudah disepakati. "Tidak ada poin penting, yang akan ditunda. Saat ini hanya ada masalah terje mahan bahasa dan redaksional ditinjau dari aspek legal," kata Bambang S Ervan.
Dikatakan Bambang, pada tahun 1970an, pernah ada perjanjian udara dengan Rusia, tetapi tidak berlanjut. Tahun ini, Transaero telah menerbangi rute Rusia-Indonesia tetapi melalui mekanisme carter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang