Piala aff suzuki 2008

"Hadiah" Kiper Malaysia Buka Peluang Vietnam ke Semifinal

Kompas.com - 08/12/2008, 19:58 WIB

PUKHET, SENIN - Timnas Vietnam membuka peluang maju ke semifinal Piala AFF Suzuki 2008. Pada laga kedua di Grup B, Senin (8/12), mereka menaklukkan Malaysia dengan skor 3-2, sehingga pertandingan terakhir ketika lawan Laos akan menjadi partai penentu langkah tim besutan Henrique Calisto ini.

Saat ini, Malaysia dan Vietnam sama-sama mengumpulkan poin tiga setelah melakoni dua pertandingan. Pada laga pertama, Vietnam menyerah 0-2 dari Thailand sedangkan Malaysia menaklukkan Laos dengan skor 3-0, sehingga saat ini Malaysia yang sebelumnya pimpin klasemen harus turun ke posisi runner-up.

Melihat lawan yang akan dihadapi pada laga pamungkas nanti, Rabu (10/12), Vietnam punya peluang yang lebih besar untuk maju ke semifinal. Pasalnya, mereka hanya menghadapi Laos yang lolos ke putaran final turnamen ini lewat babak kualifikasi, sedangkan Malaysia harus berhadapan dengan tuan rumah Thailand.

Pada laga yang sepi penonton ini, kedua tim sama-sama menerapkan permainan menyerang. Malaysia langsung menggebrak, namun Vietnam yang justru lebih dulu mencetak gol lewat tendangan keras Pham Thanh Luong pada menit ke-17 dari luar kotak penalti.

Namun kegembiraan Vietnam hanya bertahan sesaat. Pada menit ke-21, Malaysia bisa membalas lewat sontekan Indra Putra Mahayuddin. Pemain ini memanfaatkan peluang emas yang diperolehnya dengan me-rebound si kulit bundar yang lebih dulu dihalau kiper Vietnam, namun membentur mistar gawang.

Gol itu sempat membuat kubu Vietnam bereaksi. Tim berkostum merah-merah itu menilai Mahayuddin berada dalam posisi off-side ketika melesakkan bola. Bahkan pelatih Calisto yang bereaksi terlalu keras akhirnya dikartumerah sehingga dia harus memantau timnya dari tribun penonton.

Setelah skor imbang bertahan sampai jeda, pada babak kedua Vietnam yang dituntut meraih kemenangan pada laga ini tampil lebih agresif. Kerja keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-73, lewat tendangan keras Nguyen Vu Phong yang lebih dulu mengecoh satu bek sebelum melesakkan bola ke pojok kanan bawah.

Ketika pertandingan tersisa lima menit, penjaga gawang Vietnam, Duong Hong Son, membuat kesalahan di dalam kotak penalti karena mengulur-ulur waktu. Wasit pun mengganjarnya dengan kartu kuning serta tendangan bebas bagi Malaysia.

Peluang emas ini dimaksimalkan oleh Mahayuddin yang dipercayakan sebagai eksekutor. Tendangannya yang sangat keras merobek sisi kanan gawang Vietnam, sehingga skor menjadi 2-2 yang membuat peluang lawan untuk lolos ke babak empat besar menjadi sangat tipis.

Tetapi di tengah-tengah kekhawatiran kubu Vietnam, kiper Malaysia Mohd Helmi, justru memberikan hadiah yang sangat berharga bagi Vietnam. Bagaimana tidak, dia membuat sebuah blunder yang sangat buruk karena salah mengantisipasi bola tendangan Nguyen dari lapangan tengah.

Karena berdiri terlalu ke depan (dekat garis 16 meter), Helmi tidak bisa menangkap bola yang melenting melewatinya dan bergulir ke dalam gawang. Tak ayal, dia langsung menangis tersedu-sedu karena "hadiah"nya pada menit ke-88 membuat peluang Vietnam ke semifinal justru lebih besar dari Malaysia. (LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau