Serangan terjadi Minggu dan Senin (8/12) pagi. Dalam serangan pertama, kelompok Taliban menembakkan roket ke arah dua truk yang membawa logistik NATO saat melalui jalan raya Peshawar, Minggu malam. Pada saat serangan kedua, 100 kendaraan militer yang sedianya dipakai NATO di operasi Afganistan habis terbakar.
Salah satu penjaga gudang penyimpanan logistik NATO mengaku, kelompok bersenjata merusak gerbang dengan tembakan roket. Dua penjaga tewas ditembak dan 106 kendaraan, termasuk 70 Humvee, dibakar. Harga satu unit Humvee diperkirakan mencapai 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,2 miliar). Serangan terhadap logistik NATO itu bukan pertama kalinya terjadi. Pekan lalu Taliban menghancurkan 22 truk pembawa stok bahan makanan.
Sebagian besar logistik bagi pasukan keamanan asing yang bertugas di Afganistan harus melalui Pakistan. Artinya, truk pembawa logistik itu juga harus lewat Khyber Pass. Oleh karena itu, rute ini sangat penting bagi NATO dan AS. Serangan yang terjadi selama dua hari berturut-turut itu makin menunjukkan rentannya rute tersebut terhadap serangan Taliban.
Perjalanan logistik pasukan keamanan asing ke Afganistan amat panjang. Setelah bongkar muatan dari kapal-kapal di pelabuhan Karachi, logistik dibawa melalui rute Khyber Pass dan berakhir di Kabul dan markas besar udara AS di Bagram, Afganistan. Ada pula rute yang melewati Quetta ke Kandahar, Afganistan. Namun, rute ini jarang dilewati. NATO berusaha mencari rute alternatif melalui Asia Tengah yang diperkirakan jauh lebih mahal.
Makin sengit
Mullah Omar, pemimpin Taliban, menegaskan, kelompoknya akan semakin sengit melawan pasukan asing tahun depan. Artinya, akan ada ratusan konflik senjata. ”Jumlah korban yang terluka dan tewas akan meroket,” ujarnya. (REUTERS/AFP/AP/LUK)