Capres Diajak "Road Show" 12 Kota

Kompas.com - 09/12/2008, 15:08 WIB

JAKARTA, SELASA — Selain mengagendakan kepada para caleg untuk menandatangani piagam integritas, Dewan Integritas Bangsa (DIB) juga akan menyelenggarakan debat terbuka bagi calon presiden (capres) 2009-2014 yang akan dilaksanakan di 12 kota di Indonesia.

Menurut salah satu pendiri DIB, Lieus Sungkharisma, dalam acara tersebut DIB akan mengundang para capres untuk memaparkan visi dan misinya. "Nantinya kami juga akan mengundang para panelis dan lembaga survei yang sudah mempunyai pengalaman untuk mendukung acara tersebut," ujar Lieus di Kantor KPU Jakarta, Selasa (9/12).

Kota yang akan disinggahi, kata Lieus, di antaranya Yogyakarta, Gorontalo, Makassar, Jayapura, Medan, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Padang, Ambon, Denpasar, dan Jakarta. "Acara akan kami mulai dari Yogyakarta pada 10 Januari 2009, dan akan berakhir di Jakarta pada 7 Maret 2009. Tujuannya, supaya rakyat mengerti calon pemimpin yang akan dipilihnya kelak," lanjut dia.

Lieus mengatakan, sampai saat ini sudah ada tujuh kandidat capres yang menyatakan kesediaannya dalam acara tersebut di antaranya, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bambang Sulistyo Utomo, Ryamizard Ryacudu, Rizal Ramli, Marwah Daud, Fadel Muhammad, serta Yuddy Chrisnadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau