JAKARTA, SELASA — Puluhan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI) terancam tak terurus akibat para karyawannya, termasuk para perawat berunjuk rasa dan mogok kerja sejak siang tadi, Selasa (9/12). Para karyawan ini menuntut pengembalian sejumlah hak yang dipotong bahkan dihapuskan oleh pihak manajemen RS UKI, seperti uang transport maupun hak untuk kenaikan pangkat.
Menurut salah satu karyawan dari bagian Medical Report, Solhot Silaban, pihak rumah sakitlah yang wajib bertanggung jawab terhadap kondisi pasien dan keberlangsungan perawatan. "Masih ada yang dinas tadi pagi. Tapi abis itu enggak tahu lagi," ujar Solhot.
Salah seorang perawat mengatakan bahwa pihak rumah sakit menyiapkan tenaga bantuan dari Akademi Perawat Departemen Kesehatan. Namun, dirinya menyayangkan kebijakan tersebut. Apalagi untuk menangani pasien di dalam ruang ICU. "Enggak semua tahu caranya kali," tandas si perawat.
Humas RS UKI dr Merry R Sibarani, SpKG, yang dihubungi melalui hubungan telepon seluler, belum bisa menyebutkan dari mana akan memperoleh pengganti tenaga perawat yang akan diperbantukan. "Sebentar ya, kami lagi meeting membicarakannya," tutur Merry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang