Penjualan Toyota Indonesia Masuk 5-6 Besar Dunia

Kompas.com - 09/12/2008, 21:51 WIB

JAKARTA, SELASA — Penjualan mobil Toyota di Indonesia masuk lima sampai enam besar dalam penjualan mobil Toyota di seluruh dunia. Prestasi ini sangat memungkinkan Indonesia sebagai basis produksi penting dan diperhitungkan oleh Toyota Motor Corporation (TMC). "Tahun ini, penjualan TAM (Toyota Astra Motor) bisa mencapai sekitar 208.000 sampai 209.000 unit, yang menjadikan Indonesia masuk 5-6 besar penjualan Toyota di seluruh dunia," kata Presdir TAM Johnny Darmawan di Jakarta, Selasa (9/12).

Selama ini, penjualan mobil Toyota yang masuk lima besar di dunia adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, China, Thailand, dan Australia. Namun, seiring dengan memburuknya perekonomian dunia, penjualan mobil mengalami penurunan di berbagai negara tersebut.

Adapun penjualan mobil Toyota di Indonesia justru mengalami peningkatan. Pada Januari-November 2008, penjualan TAM telah mencapai 194.232 unit atau naik 42,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2007 yang mencapai 136.674 unit.

Selama 11 bulan itu, penjualan terbesar TAM adalah Avanza sebanyak 76.826 unit atau naik 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 57.280 unit. Begitu juga Kijang Innova yang terjual sebanyak 47.862 unit atau naik 32 persen dibandingkan periode 2007 yang mencapai 36.315 unit. Baik Avanza maupun Kijang Innova merupakan kendaraan yang dirakit di dalam negeri dengan tingkat komponen lokal sekitar 65 persen.
 
"Kondisi itu menjadikan Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan oleh prinsipal (TMC)," ujar Johnny. Ia menilai, pasar mobil di Tanah Air masih menunjukkan pertumbuhan dan ini membuat posisi Indonesia semakin kuat di mata para prinsipal (pabrikan), terutama dalam kaitannya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, baik untuk domestik, maupun ekspor.
 
Ditambahkan oleh Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, pencapaian penjualan TAM selama Januari-November 2008 menempatkan Toyota tetap sebagai pemimpin pasar mobil di Indonesia dengan penguasaan pasar sebesar 34,1 persen.

Pada Januari-November 2008, penjualan mobil nasional telah mencapai 569.026 unit atau naik sekitar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 395.293 unit, sedangkan pada 2009, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan pasar akan turun 30 persen menjadi  350.000 sampai  450.000 unit.

"Kami menargetkan tahun ini dan tahun depan tetap menguasai sekitar 34 persen pasar mobil di Indonesia, meskipun pada 2009 diperkirakan pasar mobil akan turun," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau