Kandungan Lemah, Puasa Seks Dulu Deh!

Kompas.com - 10/12/2008, 09:57 WIB

SEJATINYA, berhubungan seksual selama masa kehamilan tidak dilarang. Namun, lain soal bila sang istri yang tengah hamil menunjukkan gejala-gejala kandungan lemah. Pada situasi seperti ini suami-istri mesti menahan diri dalam melakukan hubungan intim. Bahkan, lazimnya dokter menyarankan untuk sama sekali tidak melakukannya bila ingin sang janin lahir tepat waktu.

Apalagi bila kandungan sang ibu lemah karena leher rahim terbuka terlalu lebar dan harus dijahit. Pasalnya, hubungan seks berpotensi memicu kontraksi kandungan dan menyebabkan keguguran.

"Hubungan seks akan merusak jahitan dan memicu kontraksi," kata Muhammad Lutfi Alkaff, dokter kandungan dari RS dr Sardjito, Yogyakarta.

Kontraksi itu muncul bukan saja karena gerakan saat berhubungan, tapi juga karena pengaruh masuknya sperma ke rahim.

Selain itu, sperma juga berbahaya bagi janin. Pasalnya, sperma bisa membawa kuman-kuman. "Kuman bisa berkembang menjadi virus yang merugikan perkembangan janin," tandas Lutfi.

Ya, demi istri dan calon buah hati, tidak masalah bukan bila suami harus rela menahan diri dulu sampai kelahiran tiba? (Adi Wikanto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau