JAKARTA, RABU - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk menunggu keputusan kurator terkait proses likuidasi Bank Indover dan penyelamatan portofolio perseroan sebesar 27 juta dollar AS.
Selain itu, BNI juga masih menunggu perkembangan pasar dan membutuhkan waktu terkait hal tersebut. "Kita sudah melihat prosesnya secara langsung di Amsterdam dan tinggal menunggu verifikasi maupun keputusan terkait Bank Indover. Kita tunggu proses likuidasinya," kata General Manager Internasional BNI Ery Unanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/12).
Ery menuturkan penyelamatan aset di Indover tergantung kondisi pasar dan keputusan akhir Pengadilan Belanda. Namun, dia belum mengetahui waktu yang tepat penyelesaian kasus tersebut.
Proses penyelesaian dimulai dari keputusan mediasi hingga pailit yang membutuhkan waktu empat sampai enam minggu. Ditambah penjualan aset maupun verifikasi debitor yang membutuhkan waktu tahunan.
"Mungkin baru awal 2009 mengetahui jumlah debitor dan diproses
kembali. Selain itu sangat tergantung dari pasar. Kalau pasar terus
turun, aset juga turun," paparnya.
Kendati demikian, perseroan sudah melakukan pencadangan terhadap aset di Bank Indover dan berharap proses berjalan lancar sehingga bisa memperoleh asetnya kembali.
Sebelumnya Direktur Treasury dan Internasional BNI Bien Subiyantoro menuturkan, perseroan mendukung langkah penyelamatan Bank Indover oleh Bank Indonesia (BI) sebagai pemilik.
Eksposur BNI yang tersangkut mencapai 27 juta dollar AS terdiri dari keikutsertaan dalam sindikasi kredit sebesar 10 juta dollar AS yang berasal dari BNI Hongkong dan BNI Singapura. Sedangkan total sindikasi tersebut sebesar 119 juta dollar AS.
Selain itu eksposur yang ditempatkan pada money line sebesar 14 juta dollar AS. Dana tersebut berasal dari BNI London sebesar 10 juta dollar AS dan BNI Hongkong sebesar 4 juta dollar AS.
"Kami juga memiliki time deposit di Bank Indover sebesar dua juta euro milik BNI Hongkong. Karena di Hongkong belum bisa menempatkan euro, ditempatkan dulu di Bank Indover yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Kami tetap menanti aksi menyelamatkan Indover," paparnya.
Bien menambahkan, perseroan juga menempatkan rekening nostrow di Bank Indover, namun bekerja sama dengan Deutsche Bank senilai 545 ribu euro.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang