BENGKULU, RABU — Kepala Polda Bengkulu Brigadir Jenderal (Pol) Sukirno menjelaskan, aparatnya sedang mengejar pelaku pengeroyokan dua anggota Polda Bengkulu yang tengah menjalani tugasnya di Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, pekan lalu.
"Saya sudah perintahkan Kepala Polres Bengkulu Utara untuk mencari pelaku pengeroyokan itu dan memeriksa warga yang terindikasi terlibat dalam aksi tersebut," katanya di Bengkulu, Rabu.
Dua anggota Densus 88 Polda Bengkulu, Brigadir MR dan Brigadir Satu Aw, diserang segerombolan orang secara mendadak di sebuah desa dalam Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, pekan lalu saat tengah melakukan penyelidikan di wilayah itu.
Kedua korban mengalami luka bacok di bagian kaki dan tangannya, akibat serangan senjata tajam dari ratusan orang, kedua polisi tak berdaya.
Awalnya dua anggota polisi itu menyelidiki dugaan penyimpangan BBM subsidi di salah satu proyek galian C di wilayah itu. Setelah tiba di lokasi, polisi itu memergoki operator alat berat yang tengah mengisikan BBM solar.
Menurut Kepala Polda, operator mengaku membeli BBM tersebut di SPBU di Bengkulu Utara. Padahal, seharusnya mereka membeli BBM untuk industri. "Operator alat berat itu langsung dibawa dan rencananya akan dibawa ke Polda Bengkulu untuk diperiksa. Namun, sebelumnya akan dibawa dulu ke Polsek Lubuk Durian," katanya.
Dalam perjalanan menuju Polsek Lubuk Durian, dua anggota Polda itu berhenti sejenak di sebuah warung makan, dengan tujuan mau makan siang.
Ketika sedang menunggu pesanan nasi di warung tersebut, tiba-tiba datang ratusan orang dan langsung menyerang.
Kontan saja, kedua anggota Densus 88 Polda itu kewalahan dalam melayani amukan ratusan massa tersebut sehingga sekujur tubuhnya babak belur dan luka-luka.
Dalam kondisi tak berdaya dua korban langsung dilarikan warga masyarakat ke RSUD Argamakmur, Bengkulu Utara, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara di Kota Bengkulu.
Pihak Polda Bengkulu sejak kejadian itu sudah mengirimkan tim ke tempat kejadian perkara (TKP) yang dibantu personel dari Polres Bengkulu Utara. Kondisi dua anggota polisi itu sudah mulai membaik, tetapi masih terlihat gejala trauma berat akibat pengeroyokan itu, ujar salah seorang petugas RS Bhayangkara.