Dua Anggota Densus 88 Dikeroyok Massa

Kompas.com - 10/12/2008, 21:16 WIB

BENGKULU, RABU — Kepala Polda Bengkulu Brigadir Jenderal (Pol) Sukirno menjelaskan, aparatnya sedang mengejar pelaku pengeroyokan dua anggota Polda Bengkulu yang tengah menjalani tugasnya di Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, pekan lalu.
    
"Saya sudah perintahkan Kepala Polres Bengkulu Utara untuk mencari pelaku pengeroyokan itu dan memeriksa warga yang terindikasi terlibat dalam aksi tersebut," katanya di Bengkulu, Rabu.
     
Dua anggota Densus 88 Polda Bengkulu, Brigadir MR dan Brigadir Satu Aw, diserang segerombolan orang secara mendadak di sebuah desa dalam Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, pekan lalu saat tengah melakukan penyelidikan di wilayah itu.
    
Kedua korban mengalami luka bacok di bagian kaki dan tangannya, akibat serangan senjata tajam dari ratusan orang, kedua polisi tak berdaya.
        
Awalnya dua anggota polisi itu menyelidiki dugaan penyimpangan BBM subsidi di salah satu proyek galian C di wilayah itu. Setelah tiba di lokasi, polisi itu memergoki operator alat berat yang tengah mengisikan BBM solar.
         
Menurut Kepala Polda, operator mengaku membeli BBM tersebut di SPBU di Bengkulu Utara. Padahal, seharusnya mereka membeli BBM untuk industri. "Operator alat berat itu langsung dibawa dan rencananya akan dibawa ke Polda Bengkulu untuk diperiksa. Namun, sebelumnya akan dibawa dulu ke Polsek Lubuk Durian," katanya.
         
Dalam perjalanan menuju Polsek Lubuk Durian, dua anggota Polda itu berhenti sejenak di sebuah warung makan, dengan tujuan mau makan siang.
         
Ketika sedang menunggu pesanan nasi di warung tersebut, tiba-tiba datang ratusan orang dan langsung menyerang.
         
Kontan saja, kedua anggota Densus 88 Polda itu kewalahan dalam melayani amukan ratusan massa tersebut sehingga sekujur tubuhnya babak belur dan luka-luka.
        
Dalam kondisi tak berdaya dua korban langsung dilarikan warga masyarakat ke RSUD Argamakmur, Bengkulu Utara, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara di Kota Bengkulu.
        
Pihak Polda Bengkulu sejak kejadian itu sudah mengirimkan tim ke tempat kejadian perkara (TKP) yang dibantu personel dari Polres Bengkulu Utara. Kondisi dua anggota polisi itu sudah mulai membaik, tetapi masih terlihat gejala trauma berat akibat pengeroyokan itu, ujar salah seorang petugas RS Bhayangkara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau