Digerebek Polisi, Pemilik Gudang Miras Ancam Bunuh Diri

Kompas.com - 10/12/2008, 22:42 WIB

MAKASSAR, RABU — Maryam (35), ibu rumah tangga salah seorang pemilik gudang minuman keras (miras) yang terletak di kawasan Pasar Lama Jl Beringin Kota Watampone, nyaris bunuh diri, setelah digerebek polisi, Rabu.
     
Maryam nekat mengambil sebilah pisau dan ingin bunuh diri saat belasan anggota kepolisian dari Polwil Bone hendak masuk dan menyita miras yang disimpannya dalam gudang.
     
Pisau tersebut kemudian diarahkan ke badannya. Ia juga memegang putranya yang masih berusia sekitar lima tahun. Sambil berteriak histeris, Maryam mengancam akan bunuh diri dan melukai anaknya jika polisi mendekat.
     
"Buat apa saya hidup kalau tidak ada penghasilan lagi," katanya dalam nada tinggi. Melihat hal tersebut, petugas sempat menunda masuk dan meminta agar Maryam meletakkan senjata tajam yang dipegangnya.
     
Berkat kesigapan petugas, Maryam berhasil dipegang dan pisaunya diamankan. Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan dan menyita belasan dus miras berbagai jenis.
     
Miras dan pisau diamankan di Mapolwil, sedangkan Maryam dan anaknya ditenangkan kerabat dibantu aparat kepolisian.
     
Kepala Bagian Ops Polwil Bone Ajun Komisaris Andi Asril yang memimpin operasi mengatakan, razia tersebut adalah untuk mengurangi premanisme yang biasa dipengaruhi oleh minuman keras.
    
Operasi selanjutnya diarahkan ke salah satu toko di Jl Husein Jeddawi dan polisi berhasil menyita 179 dus miras yang masing-masing berisi 12 botol.
     
Penjaga toko sempat menolak untuk membuka pintu gudang dengan alasan tidak ada pemiliknya. Namun, penyitaan tetap berhasil dilakukan tanpa perlawanan. Ribuan botol miras yang disita kemudian diamankan di Mapolwil. "Pemilik akan segera dipanggil," kata Asril.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau