MAKASSAR, RABU — Maryam (35), ibu rumah tangga salah seorang pemilik gudang minuman keras (miras) yang terletak di kawasan Pasar Lama Jl Beringin Kota Watampone, nyaris bunuh diri, setelah digerebek polisi, Rabu.
Maryam nekat mengambil sebilah pisau dan ingin bunuh diri saat belasan anggota kepolisian dari Polwil Bone hendak masuk dan menyita miras yang disimpannya dalam gudang.
Pisau tersebut kemudian diarahkan ke badannya. Ia juga memegang putranya yang masih berusia sekitar lima tahun. Sambil berteriak histeris, Maryam mengancam akan bunuh diri dan melukai anaknya jika polisi mendekat.
"Buat apa saya hidup kalau tidak ada penghasilan lagi," katanya dalam nada tinggi. Melihat hal tersebut, petugas sempat menunda masuk dan meminta agar Maryam meletakkan senjata tajam yang dipegangnya.
Berkat kesigapan petugas, Maryam berhasil dipegang dan pisaunya diamankan. Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan dan menyita belasan dus miras berbagai jenis.
Miras dan pisau diamankan di Mapolwil, sedangkan Maryam dan anaknya ditenangkan kerabat dibantu aparat kepolisian.
Kepala Bagian Ops Polwil Bone Ajun Komisaris Andi Asril yang memimpin operasi mengatakan, razia tersebut adalah untuk mengurangi premanisme yang biasa dipengaruhi oleh minuman keras.
Operasi selanjutnya diarahkan ke salah satu toko di Jl Husein Jeddawi dan polisi berhasil menyita 179 dus miras yang masing-masing berisi 12 botol.
Penjaga toko sempat menolak untuk membuka pintu gudang dengan alasan tidak ada pemiliknya. Namun, penyitaan tetap berhasil dilakukan tanpa perlawanan. Ribuan botol miras yang disita kemudian diamankan di Mapolwil. "Pemilik akan segera dipanggil," kata Asril.