Pentas Wayang Kontemporer: Bungkusan Hati di Dalam Kulkas

Kompas.com - 10/12/2008, 23:40 WIB

JAKARTA, RABU--Satu lagi seniman muda, Ki Catur Kuncoro dari Yogyakarta didukung Kelola melalui program kompetitif Hibah Seni yang didanai oleh HIVOS.

Ia akan mementaskan karya wayang kontemporer berjudul  Bungkusan Hati di Dalam Kulkas dalam durasi 90 menit. Karya ini akan dipentaskan di Teater Salihara, 16 Desember 2008, pukul 17.00 WIB dan 20.00 WIB.

Berangkat dari keinginan untuk menjelajahi kemungkinan yang lain dari wayang, baik dalam hal bentuk maupun cerita. Jika mempelajari sejarah wayang, terutama yang berkembang setelah abad 20, kita melihat bahwa wayang digunakan juga sebagai medium yang bisa menjadi ruang untuk mendiskusikan persoalan-persoalan aktual dalam masyarakat. Misalnya, ada yang disebut wayang revolusi, yang menceritakan tentang hubungan Indonesia- Belanda, dan mengadopsi karakter-karakter manusia pada masa itu.

Keinginannya adalah menimbang kembali bentuk wayang, memberinya muatan yang kontekstual dan menyuguhkan pertunjukan wayang dalam sensibilitas yang kontemporer. Sebagai dalang, Catur Kuncoro tetap memanfaatkan format pewayangan, terutama dalam hal bayangan (shadow), dan juga bentuk wayang yang dimainkan di tangan.

Yang terutama berubah adalah karakter-karakter wayang, yang akan menggunakan karakter yang khas dari Eko Nugroho, seorang seniman visual. Karakter-karakter Eko yang merupakan pembacaan atas situasi sosial kontemporer yang akan menggantikan karakter dalam wayang klasik.

Ketertarikan Eko atas bentuk-bentuk kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, atau potret-potret ironi kehidupan masa kini, akan menjadi gagasan dasar yang membangun “cerita” dalam pertunjukan. Humor, sarkasme dan cerita-cerita lokal akan dikombinasikan dengan refleksi-refleksi tentang manusia modern. Kami tertarik mempresentasikan lintasan-lintasan peristiwa keseharian, yang barangkali kecil dan seringkali terlupakan, yang menunjukkan bagaimana kekerasan menjadi sesuatu yang sekarang ini semakin diterima dan membudaya dalam masyarakat.

Dengan tata panggung oleh Andy Seno Aji dan musik garapan Yenu Ariendra, pertunjukan ini akan menyuguhkan sebuah cara lain melihat kenyataan sehari-hari dalam kehidupan kita. Bagaimana hal-hal domestik yang kecil dan nyata sering terlupa, terlindas oleh berita-berita besar yang melibatkan orang-orang besar. Sebagai bintang tamu, Soimah Poncowati akan berpartisipasi pula dalam pertunjukan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau