JAKARTA, KAMIS — Pertamina tidak akan menaikkan harga elpiji kendati terjadi lonjakan permintaan elpiji pascakonversi bergulir. Akibat lonjakan permintaan, terjadi kelangkaan elpiji.
"Soal kelangkaan elpiji, kita tidak menaikkan harga hanya karena lonjakan permintaan, bahkan pernah permintaan sampai 7.000 ton per hari," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Achmad Faisal sebelum Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR, Pertamina, dan Dirjen Migas di gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/12).
Untuk elpiji 3 kilogram, Pertamina mematok harga Rp 4.250 kepada agen penjual. Jika ada agen penjual yang menaikkan harga kepada konsumen, Achmad mengatakan, pihaknya akan menindaknya secara langsung. Agen tersebut akan diskors dan jatah suplainya dikurangi. "Selama ini sudah banyak yang kita skors, tetapi jumlahnya berapa saya tidak hafal," tutur Achmad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang