Bojonegoro Waspada DBD

Kompas.com - 11/12/2008, 16:22 WIB

BOJONEGORO, KAMIS - Dinas Kesehatan Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai terjadinya peningkatan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya pada Desember 2008 hingga Februari 2009.

"Kami sudah menginstruksikan seluruh puskemas di Bojonegoro, juga kepala desa agar melakukan gerakan pencegahan berkembangnya nyamuk yang menyebarkan DBD itu, " kata Kepala Dinkes Bojonegoro, Anik Yuliarsih, kepada ANTARA, Kamis.

Dijelaskannya, jumlah penderita DBD mulai meningkat sejak November lalu setelah memasuki musim hujan.

Diperkirakan, jumlah penderita BDB pada Desember meningkat dan  telah mencapai 13 penderita sepanjang bulan itu.

"Kami perkirakan jumlahnya masih akan terus bertambah, " katanya.

Daerah endemis DBD di Bojonegoro, diantaranya Kecamatan Kota Bojonegoro, Sumberrejo, Baureno, Kalitidu, Padangan, Sugihwaras dan Kedungadem.

"Daerah yang menjadi lalu lintas umumnya merupakan endemis DBD," katanya.

Karena itu, lanjutnya, upaya mencegah berkembangnya nyamuk penyebar DBD itu, baik yang masih jentik maupun nyamuk dewasa, dilakukan dengan abatisasi dan gerakan 3 M termasuk "fogging" setelah diketahui positip di suatu tempat diketahui ada penderita DBD.

"Seperti di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, baru kami lakukan fogging karena diketahui di desa itu positip ada penderita DBD," katanya.

Menurut dia, intensitas berkembangannya penyakit DBD cenderung  meningkat hingga Februari mendatang.

Karena itu, pihaknya juga mengajukan permintaan kepada operator minyak Blok Cepu (Mobil Cepu Limited/MCL) untuk ikut memberantas berkembangnya DBD.

Dari data di Dinkes Bojonegoro, jumlah penderita DBD di Bojonegoro hingga November 2008 sebanyak 306 orang, diantaranya enam orang meninggal, sedangkan tahun 2007 tercatat ada 806 penderita, diantaranya 24 orang meninggal.

Tahun 2006, ada 428 penderita, 12 orang diantaranya meninggal dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau