12 Jemaah Haji Jabar Meninggal di Tanah Suci

Kompas.com - 12/12/2008, 08:47 WIB


BANDUNG, JUMAT - Sebanyak 12 jemaah haji Jawa Barat meninggal di Tanah Suci, Mekkah dan Madinah akibat penyakit dan lanjut usia.
    
"Semuanya meninggal dunia karena sakit dan usia lanjut," kata Kepala Bidang Haji Kanwil Depag Jawa Barat, H Iding Samarkondi, di Bandung, Jumat.
    
Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada jemaah haji yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas atau insiden lainnya.
    
Nama-nama jemaah haji yang meninggal dunia itu, kata Iding, sudah disampaikan kepada keluarga masing-masing melalui Kandepag di kabupaten/kota.
    
Surat Keterangan Kematian (SKK) yang dikeluarkan Saudi Arabia biasanya dibawa bersama kloter pertama jemaah haji yang tiba di Tanah Air. Bagi ahli waris jemaah haji yang meninggal dunia akibat sakit akan menerima santunan asuransi sebesar Rp28,5 juta dan asuransi jemaah haji yang meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar Rp57 juta.
    
Iding menyebutkan, jumlah jemaah haji asal Jawa Barat pada musim haji tahun ini sebanyak 37.472 orang yang diberangkatkan dari embarkasi Bekasi dengan 85 kloter penerbangan. Kelompok terbang Kabupaten Ciamis (kloter I) akan menjadi kloter pertama Jabar yang tiba di Tanah Air (Bandara Soekarno Hatta) pada Minggu (14/12) pukul 10.05 WIB dengan menggunakan Saudi Airlines  dengan nomor penerbangan SV-5016.
    
Dua kloter lainnya yang tiba pada hari yang sama adalah kloter II Kabupaten/Kota Bogor dan kloter III Kabupaten Karawang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau