BANDUNG, JUMAT - Sebanyak 12 jemaah haji Jawa Barat meninggal di Tanah Suci, Mekkah dan Madinah akibat penyakit dan lanjut usia.
"Semuanya meninggal dunia karena sakit dan usia lanjut," kata Kepala Bidang Haji Kanwil Depag Jawa Barat, H Iding Samarkondi, di Bandung, Jumat.
Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada jemaah haji yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas atau insiden lainnya.
Nama-nama jemaah haji yang meninggal dunia itu, kata Iding, sudah disampaikan kepada keluarga masing-masing melalui Kandepag di kabupaten/kota.
Surat Keterangan Kematian (SKK) yang dikeluarkan Saudi Arabia biasanya dibawa bersama kloter pertama jemaah haji yang tiba di Tanah Air. Bagi ahli waris jemaah haji yang meninggal dunia akibat sakit akan menerima santunan asuransi sebesar Rp28,5 juta dan asuransi jemaah haji yang meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar Rp57 juta.
Iding menyebutkan, jumlah jemaah haji asal Jawa Barat pada musim haji tahun ini sebanyak 37.472 orang yang diberangkatkan dari embarkasi Bekasi dengan 85 kloter penerbangan. Kelompok terbang Kabupaten Ciamis (kloter I) akan menjadi kloter pertama Jabar yang tiba di Tanah Air (Bandara Soekarno Hatta) pada Minggu (14/12) pukul 10.05 WIB dengan menggunakan Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV-5016.
Dua kloter lainnya yang tiba pada hari yang sama adalah kloter II Kabupaten/Kota Bogor dan kloter III Kabupaten Karawang.