Pekerja Pariwisata dalam Ancaman Serius

Kompas.com - 12/12/2008, 13:59 WIB

DENPASAR, JUMAT — Para pekerja sektor pariwisata di Badung, Bali, mulai khawatir bahwa sektor itu akan terkena dampak krisis ekonomi global.
     
Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung Putu Satyawira di Denpasar, Jumat, kekhawatiran itu muncul sehubungan dengan laporan dari anggotanya yang menjadi sales marketing di hotel bahwa terjadi banyak pembatalan kunjungan wisata mulai Februari 2009.
     
Ia mengatakan, saat ini sektor pariwisata masih dapat bertahan karena memasuki masa high seasons sejak 20 Desember hingga pertengahan Januari. Dampak krisis ekonomi global mungkin baru akan terasa setelah masa high seasons tersebut atau awal tahun depan.
     
"Kami perkirakan para wisatawan lebih memilih menyimpan uang mereka dibandingkan dengan menggunakannya untuk berwisata. Kami perkirakan keadaan terparah seperti setelah peristiwa bom bali satu 2002," kata Satyawira.
     
Keadaan pariwisata yang terkena dampak krisis global diperkirakan lebih sulit pulih dibandingkan dengan akibat bom Bali. Keadaan kali ini bergantung pada keadaan ekonomi secara global dan tidak hanya dapat mengandalkan sektor nasional.
     
Untuk itu Satyawira berharap pemerintah bisa bersikap proaktif dan mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan pariwisata di Bali. "Pemerintah mungkin dapat mengundang biro perjalanan wisata internasional sebagai langkah promosi pariwisata di Indonesia dan di Bali khususnya," kata Satyawira.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau