DENPASAR, JUMAT — Para pekerja sektor pariwisata di Badung, Bali, mulai khawatir bahwa sektor itu akan terkena dampak krisis ekonomi global.
Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung Putu Satyawira di Denpasar, Jumat, kekhawatiran itu muncul sehubungan dengan laporan dari anggotanya yang menjadi sales marketing di hotel bahwa terjadi banyak pembatalan kunjungan wisata mulai Februari 2009.
Ia mengatakan, saat ini sektor pariwisata masih dapat bertahan karena memasuki masa high seasons sejak 20 Desember hingga pertengahan Januari. Dampak krisis ekonomi global mungkin baru akan terasa setelah masa high seasons tersebut atau awal tahun depan.
"Kami perkirakan para wisatawan lebih memilih menyimpan uang mereka dibandingkan dengan menggunakannya untuk berwisata. Kami perkirakan keadaan terparah seperti setelah peristiwa bom bali satu 2002," kata Satyawira.
Keadaan pariwisata yang terkena dampak krisis global diperkirakan lebih sulit pulih dibandingkan dengan akibat bom Bali. Keadaan kali ini bergantung pada keadaan ekonomi secara global dan tidak hanya dapat mengandalkan sektor nasional.
Untuk itu Satyawira berharap pemerintah bisa bersikap proaktif dan mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan pariwisata di Bali. "Pemerintah mungkin dapat mengundang biro perjalanan wisata internasional sebagai langkah promosi pariwisata di Indonesia dan di Bali khususnya," kata Satyawira.