SEMARANG, JUMAT- Sampai saat ini, peminat wisatawan yang naik gerbong wisata eksotis kereta api (KA) bergerigi yang ditarik lokomotif buatan 1902 di Ambarawa, Kabupaten Semarang masih tinggi.
"Hingga saat ini lokomotif itu masih laik jalan dan siap menjelajahi daerah pegunungan dengan pemandangan yang indah, mulai dari Stasiun KA Ambarawa hingga Stasiun KA Bedono sepanjang 10 km," kata Dra. Anies, pemerhati kepariwisataan Kabupaten Semarang, Jumat.
"Wisata KA yang menjadi andalan Kabupaten Semarang ini memiliki jalur rel ke arah Bedono dan Tuntang, sementara jalur rel tujuan Ambarawa-Bedono-Jambu perjalanan wisata dilayani dengan KA bergerigi," katanya.
Perjalanan sepanjang 10 km ini ditempuh dalam waktu sekitar satu jam lamanya. "Berbeda dengan KA lainnya, perjalanan KA yang ditarik dengan lokomotif buatan 1902 ini jalannya sangat lambat. Karena kecepatan maksimumnya hanya mencapai 30 km/jam," katanya.
Menurut dia, justru dengan waktu yang lama wisatawan selama dalam perjalanan dapat menikmati panorama alam pegunungan yang indah dan berhawa sejuk. Berdasarkan data yang ada di Stasiun KA Ambarawa, jalur rel yang dilalui antara Stasiun Jambu-Stasiun KA Bedono berada pada ketinggian 711 meter di atas permukaan laut.
Memasuki kawasan ini sepanjang perjalanan, wisatawan akan melihat indah dan eloknya panorama alam berupa hamparan pegunungan, sawah hingga perkebunan buah-buahan.
Peminat pada objek wisata eksotis dengan naik KA bergerigi yang dimulai dari Stasiun KA Ambarawa, sekitar 45 km ke arah selatan Kota Semarang meningkat, dan itu bisa dilihat saat musim libur panjang kenaikan kelas serta kelulusan pada Juli 2008 lebih dari 10 rombongan wisatawan dari luar Jateng naik KA bergerigi ini.
Rombongan wisatawan di antaranya berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan beberapa kota lain di Jateng seperti Solo, Magelang, dan Peklaongan. Wisatawan kebanyakan pelajar menggunakan bus pariwisata dan wisatawan keluarga yang menggunakan mobil pribadi.
Pada hari-hari biasa wisatawan yang naik KA bergerigi ini kurang dari 10 kali perjalanan pulang pergi (PP) dalam setiap bulan.
Jika rombongan wisatawan ingin naik KA bergerigi ini harus pesan dulu Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, karena KA ini tidak dijalankan setiap saat/reguler.
Satu rombongan dikenai biaya sekitar Rp 2 juta dengan lama perjalanan dua jam pulang pergi antara Stasiun Ambarawa-Stasiun Bedono.