Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto
GRESIK, JUMAT — Sepasang suami istri launjut usia, Taukid (76), penjaga gudang PT Glossary Persada Manunggal Gresik, dan Samirah (60), warga Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, hingga saat ini dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik akibat dilukai perampok dengan linggis. Peristiwa perampokan terjadi pada Jumat (12/12) pukul 01.00, di mana perampok berhasil merampas uang hasil penjualan kambing Rp 1,6 juta, gelang emas, dan melukai korban, terutama bagian kepala dan kaki.
Saat itu kedua korban sedang tidur, tiba-tiba ada suara gaduh di bagian belakang rumah. Taukid dan Samirah terbangun, dua orang perampok yang merasa dipergoki menyerang. Kami dikrukupi (kepala ditutupi) dengan sarung lalu dipukuli pakai linggis. Pelakunya dua orang menggunakan penutup wajah. Kami berteriak minta tolong, tetapi warga masih lelap. Uang hasil penjualan kambing 1,6 juta yang rencananya untuk bercocok tanam juga dirampas. Mereka kabur dengan sepeda motor, kata Samirah.
Setelah pelaku kabur, kedua korban terus berteriak minta tolong. Salah seorang satpam gudang mendengar teriakan mendatangi rumah korban. Melihat kakek nenek tergeletak tidak berdaya, satpam tersebut melapor ke Kepolisian Sektor Manyar.
Puluhan polisi dipimpin langsung Kepala Polsek Manyar Ajun Komisaris Darsuki ke lokasi kejadian. Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Ibnu Sina untuk dirawat intensif karena luka parah di leher, kepala, kaki, dan pergelangan tangan. Lokasi perampokan diberi garis polisi untuk penyelidikan. "Setelah kejadian kami menyisir beberapa tempat dan melakukan penghadangan di sejumlah sudut jalan," kata Darsuki
Selanjutnya pada Jumat siang didatangkan anjing pelacak dari unit satwa (K9) di lokasi. Olah tempat kejadian perkara dilakukan unit K9 Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama dengan Kepolisian Resor Gresik dan Polsek Manyar. Hingga kini belum ada petunjuk siapa pelakunya, tetapi dari olah TKP dapat disimpulkan pelaku melarikan diri ke Jalan Raya Sukomulyo, Manyar, Gresik.
Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Diduga pelaku mengenal korban karena merampok dengan menggunakan penutup kepala. Bahkan, pelaku sempat menanyakan uang hasil penjualan sapi selain hasil penjualan kambing yang dirampas. "Saat ini mulai ada petunjuk awal dari olah TKP untuk mengungkap identitas pelaku. Kami akan terus memburu dan mudah-mudahan segera tertangkap," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang