Uang Penjualan Kambing Dirampas, Kakek Nenek Dipukul Linggis

Kompas.com - 12/12/2008, 14:49 WIB

Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto   

GRESIK, JUMAT — Sepasang suami istri launjut usia, Taukid (76), penjaga gudang PT Glossary Persada Manunggal Gresik, dan Samirah (60), warga Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, hingga saat ini dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik akibat dilukai perampok dengan linggis. Peristiwa perampokan terjadi pada Jumat (12/12) pukul 01.00, di mana perampok berhasil merampas uang hasil penjualan kambing Rp 1,6 juta, gelang emas, dan melukai korban, terutama bagian kepala dan kaki.

Saat itu kedua korban sedang tidur, tiba-tiba ada suara gaduh di bagian belakang rumah. Taukid dan Samirah terbangun, dua orang perampok yang merasa dipergoki menyerang. Kami dikrukupi (kepala ditutupi) dengan sarung lalu dipukuli pakai linggis. Pelakunya dua orang menggunakan penutup wajah. Kami berteriak minta tolong, tetapi warga masih lelap. Uang hasil penjualan kambing 1,6 juta yang rencananya untuk bercocok tanam juga dirampas. Mereka kabur dengan sepeda motor, kata Samirah.

Setelah pelaku kabur, kedua korban terus berteriak minta tolong. Salah seorang satpam gudang mendengar teriakan mendatangi rumah korban. Melihat kakek nenek tergeletak tidak berdaya, satpam tersebut melapor ke Kepolisian Sektor Manyar.

Puluhan polisi dipimpin langsung Kepala Polsek Manyar Ajun Komisaris Darsuki ke lokasi kejadian. Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Ibnu Sina untuk dirawat intensif karena luka parah di leher, kepala, kaki, dan pergelangan tangan. Lokasi perampokan diberi garis polisi untuk penyelidikan. "Setelah kejadian kami menyisir beberapa tempat dan melakukan penghadangan di sejumlah sudut jalan," kata Darsuki

Selanjutnya pada Jumat siang didatangkan anjing pelacak dari unit satwa (K9) di lokasi. Olah tempat kejadian perkara dilakukan unit K9 Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama dengan Kepolisian Resor Gresik dan Polsek Manyar. Hingga kini belum ada petunjuk siapa pelakunya, tetapi dari olah TKP dapat disimpulkan pelaku melarikan diri ke Jalan Raya Sukomulyo, Manyar, Gresik.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Diduga pelaku mengenal korban karena merampok dengan menggunakan penutup kepala. Bahkan, pelaku sempat menanyakan uang hasil penjualan sapi selain hasil penjualan kambing yang dirampas. "Saat ini mulai ada petunjuk awal dari olah TKP untuk mengungkap identitas pelaku. Kami akan terus memburu dan mudah-mudahan segera tertangkap," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau