JAKARTA, JUMAT - Aktivis HAM Munir dikenal sebagai sosok yang tangguh dan berani memperjuangkan keadilan bagi kasus-kasus pelanggaran HAM. Kali ini sisi lain dirinya dikupas dalam sebuah buku bertajuk "Keberanian Itu Bernama Munir" yang diluncurkan hari ini oleh penulisnya Meicky Shoreamaris Panggabean di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (12/12).
"Melalui buku ini saya ingin menampilkan sisi yang lebih personal dari sosok Cak Munir, siapa saja yang berperan dalam kehidupannya sehingga ia terbentuk menjadi pribadi yang fenomenal dalam kehidupan berdemokrasi kita," tutur Meicky.
Dalam proses pembuatan selama 3 tahun, dikatakannya, buku ini mengungkap ternyata ada begitu banyak silent heroes (pahlawan tak dikenal) dalam hidup Munir.
"Siapa sangka ide pembentukan LSM yang didirikan Munir yakni Kontras itu berawal dari permintaan ibu Tuti Koto. Ada juga sosok tak disangka seperti Malik Fadjar mantan Mendiknas justru berperan dalam titik balik hidup Munir," jelas Meicky.
Dalam buku obituari Munir ini, Meicky mendapat data dan fakta seputar hal-hal pribadi Munir dari keluarga dan rekan-rekannya. "Memang kesannya remeh temeh, kan seputar kebiasaannya, kelemahannya. Saya sengaja mengangkat tentang kelemahannya karena biasanya obituari hanya memuja saja, apalagi kekonyolan Munir juga terungkap di sini," katanya.
Sedangkan menurut kawan dekat Munir, Rusdi Marpaung, mengaku hubungannya dengan Munir hanya kawan biasa. "Saya kagum pada cara dia berhubungan dengan korban, kedekatan emosional itu yang tak dipunyai oleh teman sesama aktivis termasuk saya," kata Managing Director Imparsial itu.
Dalam buku ini, Meicky juga mengatakan keberanian Munir yang perlu diteladani, karena pada dasarnya masalah semua orang untuk mengalahkan rasa takut dalam diri masing-masing. "Munir itu sama dengan kita, tapi keberaniannya yang luar biasa itulah membuat dia dikejar-kejar penguasa tetapi sekaligus dipuja," pungkas Meicky.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang