Mengupas Sisi Lain Cak Munir

Kompas.com - 12/12/2008, 20:16 WIB

JAKARTA, JUMAT - Aktivis HAM Munir dikenal sebagai sosok yang tangguh dan berani memperjuangkan keadilan bagi kasus-kasus pelanggaran HAM. Kali ini sisi lain dirinya dikupas dalam sebuah buku bertajuk "Keberanian Itu Bernama Munir" yang diluncurkan hari ini oleh penulisnya Meicky Shoreamaris Panggabean di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (12/12).

"Melalui buku ini saya ingin menampilkan sisi yang lebih personal dari sosok Cak Munir, siapa saja yang berperan dalam kehidupannya sehingga ia terbentuk menjadi pribadi yang fenomenal dalam kehidupan berdemokrasi kita," tutur Meicky.

Dalam proses pembuatan selama 3 tahun, dikatakannya, buku ini mengungkap ternyata ada begitu banyak silent heroes (pahlawan tak dikenal) dalam hidup Munir.

"Siapa sangka ide pembentukan LSM yang didirikan Munir yakni Kontras itu berawal dari permintaan ibu Tuti Koto. Ada juga sosok tak disangka seperti Malik Fadjar mantan Mendiknas justru berperan dalam titik balik hidup Munir," jelas Meicky.

Dalam buku obituari Munir ini, Meicky mendapat data dan fakta seputar hal-hal pribadi Munir dari keluarga dan rekan-rekannya. "Memang kesannya remeh temeh, kan seputar kebiasaannya, kelemahannya. Saya sengaja mengangkat tentang kelemahannya karena biasanya obituari hanya memuja saja, apalagi kekonyolan Munir juga terungkap di sini," katanya.

Sedangkan menurut kawan dekat Munir, Rusdi Marpaung, mengaku hubungannya dengan Munir hanya kawan biasa. "Saya kagum pada cara dia berhubungan dengan korban, kedekatan emosional itu yang tak dipunyai oleh teman sesama aktivis termasuk saya," kata Managing Director Imparsial itu.

Dalam buku ini, Meicky juga mengatakan keberanian Munir yang perlu diteladani, karena pada dasarnya masalah semua orang untuk mengalahkan rasa takut dalam diri masing-masing. "Munir itu sama dengan kita, tapi keberaniannya yang luar biasa itulah membuat dia dikejar-kejar penguasa tetapi sekaligus dipuja," pungkas Meicky.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau