NEW YORK, JUMAT - Dihadapkan pada keprihatinan pasar terhadap memburuknya resesi setelah senat AS menolak penyuntikkan dana senilai 14 miliar dollar AS ke industri otomotif, nilai saham Wall Street terus menunjukkan kemerosotan. Penurunan indeks industrials Dow Jones merosot hingga lebih dari 100 poin atau lebih moderat dari yang diharapkan oleh banyak investor sebelumnya.
Senat telah menyerukan pemerintah George W. Bush menggunakan porsi dana paket penyelamatan keuangan senilai 700 miliar dollar AS untuk membantu sejumlah perusahaan kendaraan yang terancam bangkrut. Paket penyelamatan itu tak berhasil dikucurkan setelah Serikat Pekerja Otomotif AS menolak tuntutan Republik terhadap pemotongan gaji secara besar-besaran.
General Motors Corp. dan Chrysler LLC menyatakan akan kehabisan dana dalam waktu beberapa minggu apabila pemerintah tak mengucurkan dana. Ford Motor Co yang telah memenuhi kelayakan pengajuan kredit dana talangan menjelaskan mempunyai cukup dana untuk biaya operasional hingga tahun depan.
Kegagalan pengucuran dana talangan memancing timbulnya keprihatinan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih besar. Keprihatinan ini muncul saat Bank of America Corp. menjelaskan keinginan memberlakukan PHK terhadap 35.000 karyawan dalam waktu 3 tahun, termasuk investasi bank Merrill Lynch & Co., yang disepakati dibeli September.
Pada transaksi satu jam pertama, indeks Dow Jones merosot 140,18 atau 1,64 persen menjadi 8.424,91. Indeks Dow Jones merosot 196 poin Kamis (11/12) saat investor khawatir dana talangan yang telah disetujui DPR AS menemui kebuntuan di senat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang