Sultan Berkomitmen Tegakkan Keadilan

Kompas.com - 12/12/2008, 22:39 WIB

JAKARTA, JUMAT — Capres Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan komitmennya untuk bersikap adil dalam memimpin bangsa Indonesia ke depan apabila ia dipercaya rakyat dalam Pemilu 2009.

Saat berbicara dalam "Forum PPP Mendengar" yang diselenggarakan di Kantor DPP PPP Jakarta, Jumat (12/12) malam, Sri Sultan yang juga Gubernur DI Yogyakarta itu menegaskan bahwa keadilan merupakan salah satu kunci sukses mengelola bangsa Indonesia yang multietnis, agama, dan suku.

"Negara kita ini sejak awal sudah ditakdirkan multietnis sehingga memang rawan untuk terjadinya konflik," ujarnya saat menanggapi pertanyaan mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra.

Namun ironisnya, menurut Sultan, keunggulan bangsa Indonesia itu sekaligus menjadi titik kelemahan di mana seringkali elite-elite yang tengah berkuasa memanfaatkan konflik yang ada demi kepentingan kelompok tertentu atau mendongkrak popularitas.

Oleh karena itu, lanjut Sultan, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah kemampuan pemerintah untuk mengelola beragam perbedaan itu secara bijaksana dan adil. "Kalau jadi presiden, ya akan adil. Tidak pandang bulu," tegas Sultan.

Menurut Sultan, berbagai persoalan konflik yang terjadi selama ini masalahnya lebih pada daerah yang menuntut keadilan dari pusat yang dinilai kurang adil kepada suatu etnis atau suku bangsa yang ada di Indonesia.

Terkait dengan mengedepankan sikap yang adil itu, menurut Sultan, dialog menjadi salah satu upaya yang harus dikedepankan dalam menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa yang muncul.

Namun, terhadap upaya-upaya separatisme dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sultan mempunyai ketegasan sikap untuk mengatasinya. "Kalau arahnya sudah separatis, ya dihabisi," ujarnya dan langsung disambut tepuk tangan puluhan kader PPP yang hadir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau