Setiap Minggu, China Impor Dua Ton Salak Indonesia

Kompas.com - 13/12/2008, 15:38 WIB

BEIJING, SABTU - China setiap minggu setidaknya mengimpor salak dari Indonesia sampai sebanyak dua ton setelah dibukanya izin impor buah tropis ke China sejak 4 September 2008, demikian Kepala Badan Karantina Departemen Pertanian Syukur Iwantoro di Beijing, Sabtu.

"Kami mengetahui dari para eksportir bahwa warga China ternyata sangat menyukai salak dan diperkirakan jumlah ekspor (salak) akan selalu bertambah tiap tahunnya ke China," kata Syukur yang bersama sejumlah pejabat Deptan RI berada di China dalam rangka menandatangani nota kesepahaman perihal kerjasama dalam hal penjaminan keamanan produk dan konsumen kedua negara.

Syukur mengutarakan, salak yang bisa diekspor ke China baru salak pondoh dari perkebunan di Yogyakarta, sementara dari provinsi lain belum bisa.

Selama ini Departemen Pertanian telah membina para petani salak pondoh di Yogyakarta agar memproduksi salak yang sesuai dengan ketentuan karantina dan kesehatan yang berlaku di China.

"Mengingat peluang salak ke pasar China meningkat, kini makin banyak kelompok tani di Yogyakarta yang menjadi binaan Deptan agar produksinya bisa diekspor ke China," ungkapnya.

Ketika pertama kali salak pondoh bisa diekspor ke China, baru ada 80 kebun salak yang produksinya bisa diekspor ke China, tetapi saat ini dalam kurun tiga bulan sudah ada 560 kebun salak yang produknya diekspor ke China.

Deptan berencana mengembangkan bukan hanya salak pondoh, tetapi juga salak dari daerah lain seperti Bali, Magelang, Banjarnegara, dan Aceh guna diekspor ke China.

Walaupun salak buah tropis asli Indonesia, bukan tidak mungkin negara-negara Asia lain  berupaya "mencuri" bibit salak Indonesia untuk mereka kembangkan sendiri, lalu diklaim sebagai produk asli mereka, demikian Syukur mengingatkan.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau