DHARMASRAYA, SABTU - Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono, mengatakan produksi beras nasional dua tahun terakhir terus meningkat lima persen tiap tahunnya sejak dicanangkan ketahanan pangan oleh Presiden pada 2007. Sehingga, surplus beras nasional pada 2008 mencapai 2,34 juta ton.
"Dengan produksi melimpah, meskipun harga beras di negara tetangga termasuk penghasil beras seperti Thailand dan China, tetapi beras nasional masih stabil," kata Anton Apriyantono, di depan para petani pada acara penanaman dan panen padi tanaman sabatang serta penyerahan sejumlah peralatan pertanian di Jorong Bukit Mindawa, Kenagarian Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (13/12).
"Tahun ini Indonesia tidak lagi impor beras. Dengan harga beras stabil, pengadaan oleh Perusahaan Umum (Perum) Bulog sudah mencapai lebih 3,1 juta ton atau sebanding dengan 5 juta ton gabah," jelasnya.
Sementara, untuk mengatasi kekurangan dan kelangkaan pupuk, kata Anton, pemerintah menambah pasokan pupuk urea sebanyak 500 ribu ton dengan jumlah total akhir Desember sebanyak 4,8 juta ton. Tambahan ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan pupuk.
Ia menyebutkan, mulai 2009 sistem penyaluran pupuk dengan menerapkan sistem tertutup. Caranya, setiap kelompok tani menyusun dan mengajukan rencana definitif kebutuhan pupuk untuk memperoleh pupuk bersubsidi.