Selama Dua Tahun, Indonesia Surplus Beras

Kompas.com - 13/12/2008, 23:28 WIB

DHARMASRAYA, SABTU - Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono, mengatakan produksi beras nasional dua tahun terakhir terus meningkat lima persen tiap tahunnya sejak dicanangkan ketahanan pangan oleh Presiden pada 2007. Sehingga, surplus beras nasional pada 2008 mencapai 2,34 juta ton.
    
"Dengan produksi melimpah, meskipun harga beras di negara tetangga termasuk penghasil beras seperti Thailand dan China, tetapi beras nasional masih stabil," kata Anton Apriyantono, di depan para petani pada acara penanaman dan panen padi tanaman sabatang serta penyerahan sejumlah peralatan pertanian di Jorong Bukit Mindawa, Kenagarian Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (13/12).
     
"Tahun ini Indonesia tidak lagi impor beras. Dengan harga beras stabil,  pengadaan oleh Perusahaan Umum (Perum) Bulog sudah mencapai lebih 3,1 juta ton atau sebanding dengan 5 juta ton gabah," jelasnya.

Sementara, untuk mengatasi kekurangan dan kelangkaan pupuk, kata Anton, pemerintah menambah pasokan pupuk urea sebanyak 500 ribu ton dengan jumlah total akhir Desember sebanyak 4,8 juta ton. Tambahan ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan pupuk.
    
Ia menyebutkan, mulai 2009 sistem penyaluran pupuk dengan menerapkan sistem tertutup. Caranya, setiap kelompok tani menyusun dan mengajukan rencana definitif kebutuhan pupuk untuk memperoleh pupuk bersubsidi.
    

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau