MADRID, MINGGU — Puluhan ribu karyawan dari ratusan perusahaan industri otomotif di Spanyol melakukan protes terhadap pabrikan Renault RENE.PA, Sabtu (13/12) di Valladolid, yang terletak di sebelah selatan kota Spanyol. Aksi itu menuntut nasib pekerjaan mereka di wilayah itu.
Para pekerja Renault dari tiga pabrik yang terdapat di wilayah Castilla y Leon yang menjadi penyuplai komponen bersama pekerja pabrik mobil lainnya membawa spanduk besar dengan tulisan; "Beri kerja lebih di Renault dan vendornya. Pertahankan pekerja di Castilla y Leon".
Awal minggu ini, organisasi CCOO mengatakan bahwa pihaknya telah menyepakati dengan Renault untuk mengurangi jam kerja (hari libur) pada 2009. Langkah ini berkaitan dengan penjualan dan permintaan kendaraan yang merosot tajam.
Malah, Renault membeberkan kalau penjualannya bulan ini anjlok sampai 50 persen. Bahkan, beberapa produsen mobil lain harus merumahkan karyawan dan menghentikan produksi.
Pemerintah Spanyol berjanji akan membantu produsen otomotif dan perusahaan lainnya agar bisa menjalankan roda bisnisnya. Bentuknya berupa dana yang sudah dianggarkan sebesar Rp 11,7 trilun (800 juta euro, kurs 1 euro Rp 14.698).
Demo yang berlangsung Sabtu itu tercatat dihadiri sebanyak 25.000 orang, 8.900 orang di antaranya berasal dari karyawan pabrik mobil Renault yang memproduksi Modus dan Clio. Untuk mencegah aksi yang tidak menjurus pada pengerusakan, pemerintah terpaksa mengerahkan 8.000 anggota polisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang