Kota Tua Bakal Bebas Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 14/12/2008, 11:38 WIB

JAKARTA, MINGGU — Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, tidak hanya sekadar dimaksudkan untuk mengurangi polusi udara. Pada 2009 kegiatan ini akan dijadikan salah satu paket wisata andalan Kota Jakarta.

Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan di sela-sela kegiatan car free day, Minggu (14/12). "Lewat HBKB kawasan Kota Tua akan kami dorong menjadi tujuan wisata," katanya.

Menurut Djoko, saat ini pemkot telah menciptakan master plan untuk mewujudkan program tersebut, salah satunya adalah pembangunan gedung parkir terpusat dengan radius 500-750 meter. Selain itu, akan dibangun pula jalan tembus dari kawasan parkir menuju pusat Kota Tua.

"Jadi, kawasan yang meliputi HBKB ini bebas dari kendaraan bermotor. Harapannya, kelak kawasan ini menjadi bebas kendaraan bermotor setiap hari," tutur Djoko. "Semua pengunjung Kota Tua yang membawa kendaraan harus diparkir di tempat yang disediakan."

Mengenai anggaran, Pemkot Jakarta Barat mengakui, tidak akan menanggung sepenuhnya, tetapi akan dibantu investor dengan menawarkan proposal. "Pasalnya, dana APBD yang ada saat ini tidak cukup untuk membiaya program ini. Dana APBD akan menjadi stimulan bagi investor," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau